Fenomena Fansign K-Pop: Tren Gila Kpopers, Berapa Banyak Album yang Harus Dibeli?

Picture source: Pinterest

Mengenal Apa itu Fansign?

Perkembangan K-pop sangat pesat ke seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Di Korea Selatan menjadikan fenomena K-pop sebagai salah satu produk dari pengenalan budaya yang sangat popular di dunia dan lebih banyak melakukan upaya diplomasi dan peningkatan ekonominya menggunakan turunan dari soft power yaitu diplomasi publik (Trisni et al. 2018). Saat ini, K-pop telah memasuki generasi kelima, yang dimulai pada tahun 2023, dengan grup-grup baru yang terus berkembang dan menarik perhatian penggemar di seluruh dunia. Melihat K-pop semakin populer, banyak agensi dan grup K-pop yang kini melakukan promosi global salah satunya Fansign (Yuliawan, 2024).

Fan Signing event atau Fansign sendiri adalah salah satu bentuk acara eksklusif dalam industri hiburan Korea Selatan yang berfokus pada interaksi secara langsung antara idol dan penggemar yang diadakan oleh agensi untuk mempromosikan album atau single terbaru. Fansign biasanya diselenggarakan dalam skala kecil di indoor atau outdoor seperti hotel ballroom atau hall di Korea. Event ini melibatkan interaksi langsung, seperti tatap muka (hanya dibatasi meja), kontak fisik “tos” (high five), dan pemberian tanda tangan dari idol kepada penggemar pada album yang telah dibeli. Tentunya, ada juga sesi mengobrol singkat yang bisa dilakukan dengan durasi sekitar 2-5 menit untuk setiap member (jika group). Peserta fansign umumnya terbatas, hanya mereka yang berhasil memenangkan undangan khusus atau hasil dari pembelian album tertentu sebanyak-banyaknya. Hal ini menjadikan fansign sebagai daya tarik utama dalam menjualkan album K-Pop dengan memberikan kesempatan dan pengalaman yang bersifat personal dan eksklusif dibandingkan dengan konser atau fan meeting (Zonakorea, 2024).

Fenomena fansign dalam dunia K-Pop ini merupakan bagian dari Korean Wave (Hallyu) yang mempengaruhi perilaku konsumsi bagi para penggemar K-pop. Idol group K-Pop pastinya dinaungi oleh agensi untuk menjalankan seluruh aktivitasnya dan biasanya juga agensi akan merilis sebuah merchandise yang didesain dengan tema, gambar, logo, warna yang sesuai dengan karakter idol. Banyak jenis merchandise K-Pop yang promosikan dan laku oleh penggemar seperti album atau magazine yang berisi photocard selfie eksklusif dari idol, light stick, pakaian, aksesori, boneka, dll (Tara.S & Damajanti, 2024). Biasanya untuk mengetahui info terkait jadwal aktivitas dan merchandise, pihak agensi akan menyebarkannya melalui sosial media yang mereka miliki khususnya seperti Instagram, aplikasi X atau terkadang terdapat info khusus yang hanya dapat diakses melalui platform berbayar yang dibuat oleh agensi (Lutfiani, 2023).

Mekanisme Fansign

Agensi yang menaungi idola K- Pop tidak serta merta membolehkan semua penggemar menghadiri fansign. Agensi menetapkan syarat untuk membeli album di platform-platform penjualan yang telah bekerja sama dengan agensi dan penggemar akan dipilih berdasarkan undian (Saputri, 2022). Syarat dan ketentuan yang paling utama adalah pembeli harus membeli album terlebih dahulu melalui website agensi atau platform seperti app Ktown4u, YES24, Goers, smtown dan Weverse, kemudian mengisi informasi data dengan benar (nama, tanggal lahir, email, informasi kontak, dan lainnya). Pemenang akan ditentukan dengan system Top Stender (pembeli terbanyak teratas), dan sistem raffle mengundi dari nomor kode pembelian pada album. Misalnya, seorang Kpopers membeli 1 buah album, ia akan mendapat 1 nomor undian. Selain itu juga dengan cara Top Stender (pembelian terbanyak). Jadi, inilah kenapa para Kpopers rela membeli banyak album dalam jumlah besar hingga ratusan agar terpilih dalam undian fansign (Dyandra Global, 2023). Fansign ini acaranya bersifat eksklusif atau terbatas setiap platform yang bekerja sama dengan agensi membatasi 20-40 orang sebagai pemenang, semua tergantung dari agensi yang menentukan jumlah pemenang berdasarkan berbagai faktor dan tujuan acara.

Budaya K-Pop memberikan hobi baru bagi para Kpopers dalam membeli produk-produk yang berhubungan dengan idolanya.  Banyak penggemar terlihat mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli merchandise (yang paling laku seperti album) demi kesempatan fansign, lalu menjual kembali album yang tidak mereka butuhkan. Selain untuk dikoleksi, penggemar biasanya membeli album idolanya agar dapat mencapai target berupa penghargaan untuk idolanya dalam acara awards dan nantinya tercatat dalam berbagai chart musik yang menjadi indikator penting popularitas dan keberhasilan promosi grup K-pop (Salsabila & Fadhila, 2022). Banyaknya album yang dibeli akan meningkatkan jumlah penjualan album dan dihitung sebagai salah satu kategori untuk memenangkan penghargaan di acara musik Korea Selatan. Contohnya, mereka sebagai fandom berhasil membeli 1 juta album idolanya, maka penggemar akan merasa puas karena idolanya mendapatkan julukan “million seller”. Julukan ini ditujukan pada idola K-Pop yang mencapai penjualan 1 juta album (Putri et al. 2019).

Secara keselurahan, fenomena K-pop ini memberikan dampak positif pada aspek ekonomi di Korea Selatan. Penjualan album K-pop menjadi salah satu penyumbang besar terhdap ekspor dan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Dampaknya bahkan terasa secara global. Banyak penggemar dari berbagai negara, termasuk Indonesia, membeli album dalam jumlah besar demi mendapatkan kesempatan mengikuti acara fansign. Namun, setelah acara selesai atau jika gagal terpilih, album-album yang dibeli ini sering kali dijual kembali. Album semacam ini dikenal dengan istilah “album gagal fansign” dan biasanya ditawarkan dengan harga lebih murah.

Menariknya, fenomena ini turut membuka peluang pasar sekunder dikalangan fans. Muncul berbagai inisiatif seperti penjualan dengan system jasa titip (jastip), dan group order (GO), yang membantu memasarkan kebali album-album tersebut kepada fans lain. Seiring dengan meningkatnya permintaan, toko-toko online K-pop pun bermunculan, menyediakan layanan pembelian album, merchandise resmi, hingga pre-order kolektif untuk penggemar dari berbagai daerah. 

 

Oleh: Oktavia Bellananda

 

Bacaan lebih lanjut:

Alilaa, T.S.,  Dewi, D. K. (2024). Profil perilaku konsumtif pada penggemar idola K-Pop di Jawa Timur. Jurnal Fenomena, 33(1), 41-56.

Anthermm, m. (2025). Hei itu benae. Tiktok. Retrieved April 20, 2025. From (https://vt.tiktok.com/ZSr7hkhtM/ ).

Dyandra Global. (2023). [Event Details]. Face to Face Album Sign Event In Jakarta. Instagram. Retrieved April 19, 202. From (https://www.instagram.com/p/CvEwVo7LxH7/?igsh=azNtMHBmc2t0azlu ).

Eirnela, Yang. (2021). Enhypen Fan Signing. Pinterest. Retrieved 20, 2025. From https://pin.it/47SaEczYk

Haehaniboo. (2025).kms 2 shot show to owner. Instagram. Retrieved April 20, 2025. From https://www.instagram.com/p/DGQMFMfJjo2/?img_index=4&igsh=MTFqeGloZ3NxcTZlZg== 

Itsnotkinkin. (2023). NCT DREAM JAKARTA FANSIGN. X. Retrieved April 19, 2025. From (https://x.com/itsnotkinkin/status/1705214043445952935?s=46 ).

Lutfiani, R. A. (2023) Bab 1 Pendahuluan: Fenomena Korean Wave. Repository Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Mauviyersy. (n.d.). Fansign NCT DREAM ISTJ. Pinterest. Retrieved April 20, 2025. From  (https://pin.it/3c8XnFnyZ ).

Maymoretage. (2024) Blackpink Jennie. Pinterest. Retrieved April 21, 2025. From  https://pin.it/3fJILyMeu 

Rahmawati, S. (2023). K-Pop fandom di era pandemic: Aktivitas dan pengalaman penggemar K-pop dalam video call event. Bab 1. UPN Veteran Jawa Timur.

Reb_3L. (n.d.). NCR DAILY. Pinterest. Retrieved April 19, 2025. From https://pin.it/Fa1ASwFfx 

Tambunan, I., Suci, N. R., Siagian, E. B., Sitanggang, E. B., & Simere-mare, Y.M. (2024) Dampak demam K-POP terhadap haya hidup dan konsumsi remeja di SMA Swasta Primbana Medan. PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan, 4(3), 21-33.

Yuliawan, R., Sadramiec, A., Windaputri, N. M., Aurelly, K. P., Subagyo, M. P., Aidatuzahra, S., Haqi, A. A., Ferdian, F.A., & Firdaus, f. (2023). Analisis tingginya penjualan album K-POP dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Pustaka Manajemen, 3(2), 48-50.

Zonakorea. (2024). Perbedaan konser, fanmeeting, dan fansign. Instagram. Retrieved April 20, 2025. From (https://www.instagram.com/p/C3NYx2opFtj/?igsh=MWZjenN3bmRhcWoyOA== ). 

Arabelle. (n.d.). Pinterest. Retrieved April 23, 2025. From  https://pin.it/2b4kI3xCX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *