Picture source: Gramedia
Setiap tahunnya Korea Selatan yang dikenal dengan Negeri Gingseng ini memproduksi film atau drama selalu menjadi trend di negara-negara besar termasuk Indonesia. Menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu dikalangan penggemarnya, kualitas dan kuantitas yang disiapkan oleh industri hiburan Korea Selatan sangat penting dalam popularitas globalnya, dengan faktor-faktor sinematik yang berkontribusi signifikan terhadap daya tariknya (Kim, 2016).
Drama Korea menampilkan kehadiran aktor yang menjadi idola dan tema lagu juga secara tidak langsung dapat membantu memperbaiki suasana hati secara perlahan penggemar seperti mahasiswi pun seringkali menggunakan drama Korea sebagai sumber moodbooster dan sebagai pembelajaran karena belakang ini banyak drama Korea yang mengangkat tema sejarah, politik, perjuangan sosial, dan perjalanan bangsa Korea dalam bingkai budaya (Emqi, 2018).
Mr. Sunshine” merupakan salah satu drama korea yang memiliki rating yang tinggi pada masa penayanganya dan memiliki nilai-nilai yang sangat dalam tentang perjuangan dan kesataraan. Drama ini di tulis oleh penulis terkenal Korea Selatan Kim Eun Sook yang berhasil menulis beberapa cerita drama Korea yang sukses dengan rating tinggi diantaranya “Descandent of The Sun”, “Goblin”, dan “The King Eternal Monarch” (Ria Candra, 2021).
Drama Mr. Sunshine sebagai Cerminan Budaya dan Sejarah
Salah satu K-drama kolosal terbaik yang memiliki latar belakang budaya Korea Selatan yang berjudul “Mr. Sunshine” adalah drama serial Netflix yang memiliki pesan yang dalam. Drama ini sukses menarik perhatian berbagai kalangan hingga berbagai penjuru dunia. Dengan emosional yang diberikan didalam drama tersebut bagi para penonton melalui kisah cinta dan pengorbanan yang membuat para penonton baper (bawa perasaan), hingga budaya Korea Selatan yang juga mencakup sejarah yang kuat didalamnya. Tidak hanya menyentuh sisi emosional melalui kisah cinta dan pengorbanan membuat penonton menjadi baper (bawa perasaan), tetapi juga menjadi media visual yang menggambarkan sejarah dan budaya Korea pada masa penjajahan Jepang (Arda Muhlisiun, 2025).
Drama Mr.Sunshine mengambil latar waktu saat terjadinya pergolakan sejarah Korea pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, terutama menjelang penjajahan Jepang. Drama ini berkisah tentang kehidupan Korea pada era dinasti Joseon sekitar tahun 1900. Dimana seorang anak dari keluarga budak yang melarikan diri ke Amerika, karena orang tuanya dibunuh di depan matanya oleh keluarga aristokrat. Setelah dewasa, ia kembali ke Joseon sebagai tentara Amerika dan berniat balas dendam. Saat pulang ke Joseon, ia berjumpa dengan seorang wanita cucu dari keluarga bahsawan yang terpandang di Joseon. Wanita yang ingin berjuang mengusir Jepang dari Joseon. Namun, karena keterbatasannya sebagai seorang wanita, ia dilarang untuk berpolitik dan ikut berperang.
Representasi Perempuan dalam Konteks Patriaki
Salah satu elemen penting dalam drama Mr. Sunshine adalah penggambaran karakter perempuan, khususnya Go Ae Shin yang merupak representasi wanita Joseon yang berani dalam melawan dominasi patriaki. Dalam kondisi yang membatasi peran perempuan, Ae Shin menunjukkan keberanian dengan belajar menembak, membaca surat kabar, dan belajar di sekolah Amerika agar ia dapat berbahasa Inggris . Keberaniannya menjadi symbol perubahan peran perempuan dari masa konfusianisme menuju era modernisasi. Drama ini juga menggambarkan adanya kelompok rakyat biasa yang tergabung dalam pasukan kebenaran untuk mempertahankan kedaulatan Korea. Kelompok rakyat ini tidak menunjukkan identitasnya demi keselamatan kelompok mereka. Mereka memperjuangkan kedaulatan negara mereka dengan keterbatasan senjata dan peluru (Mahdiya, 2022).
Konflik, Perlawanan, dan Identitas Nasional
Konflik yang diangkat dalam drama ini mencakup peristiwa sejarah seperti Perang Rusia-Jepang dan berbagai ketegangan politik, yang menjadi latar penting dalam membangun karakter dan alur cerita. Salah satu latar utama yang diangkat adalah masa penjajahan Jepang di Korea. Drama Mr. Sunshine dengan apik memperlihatkan ketegangan, perlawanan, dan semangat rakyat Korea dalam memperjuangkan kemerdekaan. Elemen-elemen sejarah ini menambah kedalaman dan autentisita cerita, menjadikan drama ini tidak hanya sarat akan emosi dan romansa, tetapi juga sebagai media refleksi sejarah dan identitas nasional.
Secara keseluruhan Mr. Sunshine tidak hanya bertujuan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium edukatif dalam mengenalkan sejarah dan budaya Korea Selatan kepada khalayak global. Melalui narasi yang menyentuh dan visualisasiyang kuat, drama ini mampu membangkitkan kesadaran penonton tentang pentingnya mempertahankan identitas dan kemerdekaan suatu bangsa. Lebih dari itu, drama Mr. Sunshine juga menyoroti perubahan peran perempuan dalam masyarakat patriaki dan membuka ruang diskusi mengenai perjuangan kesetaraan gender di tengah gejolak sejarah. Dengan mengangkat kisah cinta, pengorbanan, dan perjuangan melawan penjajahan, Mr. Sunshine menjadi bukti bahwa drama dapat menjadi jembatan antara hiburan dan Pendidikan, memperkuat pemaham kita tentang nilai-nilai budaya, sejarah, dan semangat nasionalisme.
Oleh: Oktavia Bellananda
Bacaan lebih lanjut:
Apriliana, A. (n.d.). Soft diplomacy Korea Selatan melalui industri hiburan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Aydin, Beril. Pinterest. Retrieved April 23, 2025. From https://pin.it/544OehQGm
Janetchanhk. Pinterest. Retrieved April 23, 2025. From https://pin.it/3q2xqreyN
Kusumaningroem, I., & Dewi, R. C. (2021). Anlisis budaya patriaki pada drama Mr.Sunshine. Sasando Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 4(2), (3).
Muhlisiun, A. (2025). Candu drama Korea: Sinematik, media sosial, dan air mata. Framing: Journal of Art, Film, Television, Animation, Games, and Technology, 4(1), 10-177.
Puspitasari, Rizka Amand. (2023). Perubahan Kehidupab Wanita di Akhir Era Joseon (1875-1910) dalam Drama Mr. Sunshine. Bachelor thesis, Universitas Nasional.
Putri, Y., Jurniasih, N., & Komalasari, M. A. (2024). Kontruksi dan Dampak “Drama Korea” dalam Kehidupan Sosial, Kinerja Akademik dan Motivasi Karir (Studi Mahasiswa di Kota Mataram). Proceading Seminar Nasional Mahasiswa Sosiologi, 2(2), Universitas Mataram.




