Beauty is pain dalam K-Beauty: Ketika usaha jadi bentuk mencintai diri sendiri

Picture Souce: GMC Clinic

Beuaty is pain, siapa sih sekarang  yang tidak kenal dengan istilah ini? Pasti rata-rata semua orang tau dengan istilah dari ’’Beauty is pain’’ apa lagi di kalangan perempuan pasti sudah tidak asing dengan isitilah satu ini. Beauty is paint atau ’’cantik itu sakit’’ di mana seorang wanita rela melakukkan apapun untuk terlihat cantik dan menarik bahkan, hingga rela melalui  serangkain proses yang menyakitkan untuk mendapatkan kecantikkan yang di ingginkan. Seperti contohnya rela menjalankan diet ketat untuk mendapatkan tubuh yang ideal,rela melakukkan perawatan kecantikkan yang menyakitkan dan hal yang lebih simplenya menggunakan sepatu hels tinggi walaupun saat memakainya terasa tidak nyaman di kaki  membuat rasa sakit dan lecet pada kaki semua ini di lakukkan hanya semata-mata untuk mendapapatkan kecantikkan yang di ingginkan oleh para perempuan. Hal ini juga di perkuat dengan standar kecantikkan di kalangan masyarakat sekarang di mana,masyarakat  menaruh standar kecantikan mereka dengan tipe badan langsing,kulit putih berseri,muka glowing atau glass skin,pipi tirus dan masih banyak lagi, yang di mana mereka berpatokan terhadap k beuaty karena k beauty sekarang telah menjadi trend di kalangan perempuan hampir di seluruh dunia terutama negara bagian asia dengan tampilan natural namun banyak melewati serangkain proses panjang untuk mendapakatkan standar kecantikkan yang di ingiinkan.

K-beauty sendiri merupakan segala sesuatu seputar kecantikan,perawatan kulit,kosmetik dan makeup yang berasal dari Korea Selatan. Yang telah menjadi tren di kalangan perempuan di seluruh dunia karena konsep dari K-Beauty ini adalah glasss skin look,yaitu healty glow di mana wajah terlihat fresh sehat putih berseri  dan tidak terlalu bergantung menggunakan makeup. Beauty is pain dalam konteks K-beauty bukan bentuk dari sebuah tekanan tapi ini merupakan suatu tindakan mencintai diri sendiri dengan cara merawat diri dan kecantikkan diri melalui proses yang panjang dengan menggunakan berbagai macam tindakan dan rangkaian produk skincare yang berasal Korea Selatan,tidak semata hanya soal penderitaan yang di rasakan tapi bagaiamana rasa sakit atau ketidaknyamanan itu menjadi bagian dari proses perubahan kecantikkan seseorang,K-beauty juga ingin menunjukkan bawasannya merawat diri dan kecantikkan itu bukan soal hasil yang cepat tetapi bagaimana seseorang bisa berkomitmen kepada dirinya sendiri untuk konsisten dalam melakukkan serangkaian perawatan,waktu yang di habiskan untuk melakukkan perawatan berlapis,atau serangkaian tata cara penggunaan skincare ataupun produk kosmetik yang sedikit menyakitkan,semua di lakukkan untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan demi hasil yang membawa rasa puas dan berlanjut panjang  kepercayaan diri bertambah.

k-beauty bukan hanya sekedar soal kecantikkan personal, tetapi ini juga membawa budaya korea ke seluruh dunia atau yang lebih di kenal dengan korean wave yang pada akhinya menawarkan berbagai produk skincare dan kosmetik yang berasal dari korea selatan untuk menunjang melakukan perawatan diri karena produk-produk dari korea selatan sangat di kenal dengan inovasi dan teknologi terbaru yang menawarkan beragam macam produk untuk berbagai macam jenis kulit,yang sesuai dengan permasalahan kulit orang masing-masing dan rata-rata produk yang dipasarkan tergolong terjangkau yang mudah untuk di jangkau oleh semua orang dengan kualitas yang bagus. Ini juga yang membuat K-beauty menjadi bagian dari kekuatan budaya atau soft power Korea di kanca dunia dan membuat perekonomian di korea menjadi meningkat dengan penjualan produk skincare atapun prosuk make up nya.

Beauty is pain? Jaawabanya ya tapi bukan karena keterpaksaan ataupun tekanan tetapi dalam konteks K-beauty, rasa rasa sakit itu merupakan bagian dari serangkaian proses panjang yang penuh dengan dedikasi untuk mendapatkankan hasil kecantikkan yang di inginkan. Sebuah usaha yang dilakukkan bukan hanya sekedar ingin di puji dengan orang lain, tetapi bentuk dari mencintai dan merawat diri sendiri dengan melakukkan cara yang terbaik untuk hasil yang terbaik.

 Ingat satu hal ini bawasanya cantik itu relatif tergantung bagaimana seseorang melihat kita dan menilai kita karena yang menurut kita cantik belum tentu cantik dimata orang lain! Tetap lah untuk menjadi diri sendiri jangan terlalu memaksakan sesuatu untuk mendapatkan pujian dari orang lain, cantik itu bukan hanya sekedar dari penampilan luar tetapi cantik itu juga dari dalam diri sendiri. Cukup merawat diri dan bersyukur dengan apa  yang telah tuhan berikan kepada kita karena pada akhirnya, mencintai diri sendiri adalaah bentuk kecantikan yang paling murni.

 

Oleh: Hikmah Auliyya Kusuma Wardani

Bacaan lebih lanjut:

Gusti, A. T. (2024, Oktober 3). Alasan produk kecantikan Korea menjadi populer. STIE KOM. https://stekom.ac.id/artikel/alasan-produk-kecantikan-korea-menjadi-populer

KumparanWoman. (2025, Januari 24). Memahami arti beauty is pain: Fenomena umum di kalangan perempuan. Kumparan. https://kumparan.com/kumparanwoman/memahami-arti-beauty-is-pain-fenomena-umum-di-kalangan-perempuan-24Lr5RCj2Ej/1

Mindbodygreen. (2020, Juni 29). K-Beauty: Everything you wanted to know about Korean beauty, explained (A. Youn, Penulis). https://www.mindbodygreen.com/articles/what-is-korean-beauty-k-beauty

Nulook Expertise. (2024, November 19). Mengenal standar kecantikan Korea Selatan dan faktanya. Nulook. https://nulook.co.id/id/news-articles/standar-kecantikan-korea-selatan

Rohi, J. A. (2024, Juni 7). Tren kecantikan di balik istilah beauty is pain (A. Adoe, Ed.). Radio Republik Indonesia. https://www.rri.co.id/lain-lain/742061/tren-kecantikan-dibalik-istilah-beauty-is-pain

Watsons Indonesia. (2020, Juli 13). Semua tentang Korean beauty! #I♥Kbeauty (Regional Marketing Team). https://www.watsons.co.id/id/blog/skincare-id/semua-tentang-k-beauty-ikbeauty

Fimela Editor. (2011, Mei 20). Beauty is pain. Is it? Fimela. https://www.fimela.com/lifestyle/read/3505825/beauty-is-pain-is-it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *