Topokki Makanan Pedas yang Menghubungkan Dunia Melalui Rasa dan Budaya

Picture Source: The Kitchen

Dalam beberapa tahun terakhir,gelombang korean wave(hallyu) telah menyebar ke seluruh penjuru dunia dimana trend tersebut merupakan penyebaran popularitas budaya musiknya yang biasa disebut K-Pop, Korea drama (K-drama), bahasa, teknologi, animasi, dan film. Di Indonesia penggemar K-Pop berkembang cukup banyak. Mulai dari menikmati drama, musik ataupun makanan khas Negeri Gingseng,yang biasa di sebut korean food yang mulai dikenal luas oleh masyarakat global. Pengaruh globalisasi menciptakan perubahan terhadap gaya hidup masyarakat khususnya para anak muda. Salah satu pengaruh dari globalisasi adalah gaya hidup dalam memilih makanan yang diminati lebih condong ke arah Korean style.salah satu makanan yang ikut mencuri perhatian atau bnayak di gemari adalah topokki,anak muda zaman sekarang siapa coba tidak kenal dengan makanan satu ini yang sudah banyak di jumpai di beberapa cafe bahkan saat ini sudah banyak street food yang menjual topokki

Salah satu makanan yang sangat terkenal di Korea adalah tteokbokki atau yang biasa dikenal di Indonesia dengan sebutan toppoki. Tteok merupakan makanan atau kue beras yang dibuat dari serealia, terutama beras atau ketan. Bahan dan cara pembuatan berbeda-beda menurut wilayah di Korea. Tteok juga dibuat sebagai kue yang rasanya manis dalam berbagai variasi rasa untuk hari-hari perayaan musim, termasuk perayaan tahun baru Korea. Banyak orang mengenal korea bukan hanya dari k-drama,k-pop,k-beautynya saja tetapi melalui korean foodnya juga orang mengenal budaya makanan korea seperti topokki yang terkenal dengan cita rasa kenyal di padukan dengan saos merah yang menggugah selera dengan rasa pedas gurih. Melalui artikel ini,saya ingin menjelaskan bagaimana rasa dan simbolisme dari Topokki berkontribusi dalam memperluas jangkauan budaya Korea di luar negeri, serta bagaimana makanan ini diterima, diadaptasi, dan dimaknai oleh masyarakat global.

Topokki sebagai identitas budaya korea

Topokki bukan hanya sekedar makanan ringan yang bisa di temukkan di sudut-sudut kota seoul,tetapi ia juga menyimpan makna budaya yang mendalam bagi masyarakat korea selatan. Yang pada awalnya hidangan ini awalnya merupakan bagian dari masakan istana era Joseon di Korea. Pada masa itu, tteok-bokki dikenal dengan nama yang berbeda dan dibuat dengan cara yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan tteok-bokki yang kita kenal saat ini. Hidangan ini terdiri dari tteok (kue beras Korea) yang direbus dan dihidangkan dengan bumbu berbahan dasar kedelai atau daging sapi, mencerminkan kecenderungan masyarakat pada masa itu yang mengutamakan kesederhanaan dan kehalusan rasa. Seiring dengan berjalan waktu dan perubahan sosial,makanan ini bertranformasi menjadi jajanan kaki lima yang lebih sederhana dan terjangkau,dengan rasa saos pedas manis yang kini menjadi ciri khas dari topokki ini. Transformasi ini tidak hanya mengubah rasa tteok-bokki, tetapi juga posisinya dalam masyarakat Korea. Makanan yang awalnya hanya dapat dinikmati oleh keluarga istana ini, kini menjadi makanan jalanan yang terjangkau dan digemari oleh semua lapisan masyarakat. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial, festival makanan, hingga kafe-kafe bertema Korea di luar negeri menunjukkan bahwa makanan ini membawa identitas kolektif masyarakat Korea ke dalam ruang publik yang lebih luas. Dengan kata lain, Topokki bukan hanya sesuatu yang dikonsumsi secara fisik, tapi juga secara budaya dan emosional. Makanan ini juga sudah sangat populer di kalangan generasi muda saat ini atau yang lebih di kenal dengan sebutan generasi-Z,terutama melalui pengaruh media sosial seperti konten kreator di youtube yang mebuat konten mukbang topokki dan juga melalui drama-drama korea yang menampilkan adegan makan topokki dengan tampilan yang menarik yang menggugah selera para penontonnya.

Kuliner, Identits,dan Globalisasi Budaya

Lebih dari sekedar kebutuhan biologis,makanan merepresentasikan  nilai-nilai simbolik yang berkaitan dengan identitas budaya. Dalam konteks topokki dapat dipahami sebagai salah satu elemen yang membentuk dan merepresentasikan identitas dari masyarakat korea selatan.melalui topokki inilah banyak masyarakat global yang mengenal makanan korea dan mengulik historis kebudayaan dari topokki yang terus hidup dan berkembang.perkembangan dan penyebaran yang luas  mengenai makanan lokal seperti Topokki mulai dikenal dan dikonsumsi di berbagai negara, maka proses globalisasi budaya sedang berlangsung. Globalisasi memungkinkan suatu produk budaya untuk berpindah lintas batas geografis dan dinikmati oleh masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Namun, dalam proses tersebut, makanan juga mengalami adaptasi baik dalam rasa, bentuk penyajian, maupun makna yang melekat padanya,contohnya saja di Indonesia yang memodifikasi rasanya dengan rasa lokal indonesia ada yang membuatnya dengan rasa kuah seblak.

Perubahan ini merupakan bagian dari transformasi budaya yang terjadi ketika sebuah elemen lokal mulai berinteraksi dengan pasar dan selera global. Di satu sisi, hal ini memperlihatkan fleksibilitas budaya Korea dalam menjawab tantangan pasar internasional dan fenomena ini juga mengundang diskusi tentang otentisitas dan bagaimana identitas budaya dinegosiasikan ulang dalam ruang global. Dengan begitu, Topokki tidak lagi hanya milik Korea, tetapi telah menjadi bagian dari dinamika budaya global. Topokki hadir sebagai simbol keterbukaan budaya yang mampu bertahan, beradaptasi, dan bahkan membentuk kembali cara orang memandang Korea di panggung internasional.

Popularitas topokki melalui Korean wafe

Kenapa sih makanan topokki ini menjadi sangat populer di kanca internasional atau di luar Korea? ya karena adanya Korean wave atau hallyu seperti yang sudah di jelaskan di atas bawasannya Korean wave ini sangat berpengaruh untuk di beberapa sektor mulai dari sosial, budaya dan juga ekonomi, gelombang budaya Korea yang semakin meluas ini nggak cuma membawa K-Pop dan drama Korea, tapi juga budaya makanannya. Topokki, yang tadinya cuma makanan jalanan, kini jadi ikonik banget di berbagai negara karena sering muncul di drama-drama Korea dan acara variety show. Banyak banget adegan yang nunjukin karakter makan Topokki, yang bikin penonton penasaran dan akhirnya pergi untuk membeli atapun mebuat topokki sendiri di rumah.

Topokki bukan cuma jadi makanan yang populer, tapi juga jadi alat diplomasi budaya Korea. Dengan semakin banyaknya restoran Korea di luar negeri dan berbagai acara yang ngangkat kuliner Korea, Topokki semakin dikenal. Bahkan sekarang, kita bisa dengan mudah menemukan Topokki dalam kemasan instan, yang bikin orang-orang di seluruh dunia bisa nyobain makanan ini tanpa harus terbang ke Korea. Ini juga jadi bukti kalau kuliner bisa jadi cara yang efektif untuk mengenalkan budaya Korea ke seluruh dunia.

Dapat di simpulkan bawasanya topokki ini bukan hanya sekedar makan yang sederhana ataupun makanan jajanan kaki lima. Topokki mencerminkan pentingnya kuliner dalam membentuk identitas budaya, bukan hanya untuk orang Korea, tapi juga bagi orang-orang di seluruh dunia. Dari asalnya yang sederhana di pinggir jalan Seoul, Topokki berhasil merambah ke berbagai belahan dunia, berkat gelombang budaya Korea yang besar banget atau lebih dikenal dengan Korean wave(hallyu). Topokki bukan cuma makanan, tapi juga simbol kebersamaan, kehangatan, dan tentunya, daya tarik budaya Korea yang kuat. Fenomena Korean food melalui makanan topokki menunjukkan bawasannya makanan bisa jadi jembatan untuk mengenal budaya lain. Lewat rasa pedas gurihnya, Topokki membawa budaya Korea ke banyak tempat dan memperkenalkan nilai-nilai seperti kebersamaan dan kesederhanaan. Dan yang paling menarik, makanan ini terus bertransformasi, beradaptasi, dan membentuk identitas baru di luar Korea, berkat pengaruh media dan globalisasi. Melalui topokki ini jugalah cara Korea memperkenalkan dirinya ke dunia dengan cara yang sangat menyenangkan dan terasa dekat karena melalui makanan yang sudah pasti menjadi pilihan semua orang apa lagi pecinta korean food yang penasaran dengan cita rasa yang dintawarkan oleh topoki ini.

 

Oleh: Hikmah Auliyya Kusuma Wardani

Bacaan  lebih lanjut:

Edwar, R. A., & Yunita, T. (2024). Analisis strategi SWOT pada produk UMKM Toppoki Korean Food terhadap penjualan di era digitalisasi. International Journal of Management (IJM), 2(4). Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. https://journal.csspublishing/index.php/ijm

Mustika Wiriyanti, E. (2023, Juli 2). Tteokbokki, kok rasa seblak? Honorary Reporters – Korea.net. https://honoraryreporters.korea.net/board/detail.do?articlecate=1&board_no=12234&tpln=10

Pangestu, Y. D., & Siswahyudianto. (2022). Strategi marketing mix produk makanan Korea dalam meningkatkan kepuasan konsumen pada home industry Unniefood Tulungagung. Valuasi: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 2(2). https://doi.org/10.46306/vls.v2i2

Pesawaran Inside. (2023, November 2). Tteokbokki: Kelezatan pedas Korea yang mendunia (R. Sidabutar, Penulis). Pikiran Rakyat. https://pesawaran.pikiran-rakyat.com/kuliner-masakan/pr-3587254496/tteokbokki-kelezatan-pedas-korea-yang-mendunia?page=all

Saung Korea. (2023, November 20). Tteokbokki: Makanan dari istana Korea yang mendunia (I. Bintang, Penulis). https://saungkorea.com/tteokbokki-makanan-dari-istana-korea-yang-mendunia/

Tempo. (2019, Maret 8). Tteokbokki kuliner Korea, si kecil yang mengenyangkan. Tempo.co. https://www.tempo.co/gaya-hidup/tteokbokki-kuliner-korea-si-kecil-yang-mengenyangkan-764177

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *