Image source: Pinterest
Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Selatan telah sukses menyebarkan berbagai produk budayanya ke seluruh dunia. Drama, film, musik, fashion, gaya hidup, bahkan produk industri Korea telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat global. Kebudayaan Korea berkembang pesat dan diterima secara luas, menciptakan fenomena yang dikenal sebagai demam Hallyu. Hallyu atau Korean wave, merujuk pada penyebaran budaya Korea secara global yang telah mencapai berbagai negara di seluruh dunia. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh budaya populer Korea dalam menciptakan dampak global yang signifikan. (Robertson, 1992).
Drama TV Korea merujuk pada serial televisi yang diproduksi di Korea dan menggunakan bahasa Korea. Banyak dari drama-drama ini telah meraih popularitas yang luas di seluruh Asia, memicu gelombang demam drama Korea di berbagai negara. Sejarah drama Korea dimulai pada tahun 1962 dengan tayangan perdana serial berjudul Backstreet of Seoul di stasiun TV Korean Broadcasting System (KBS), yang awalnya bertujuan untuk memberikan pendidikan dan dukungan publik kepada pemerintahan militer. Drama-drama Korea yang terkenal tidak hanya merambah pasar Asia, tetapi juga menemukan penggemar di berbagai belahan dunia seperti Amerika Latin, Timur Tengah, dan tempat lainnya.
Drama Korea sebagai Soft Power
K-Drama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup dan budaya global melalui konsep soft power. Dengan alur cerita yang menarik, karakter yang memikat, dan produksi berkualitas tinggi, K-Drama berhasil menarik perhatian audiens di berbagai negara. Daya tarik ini kemudian secara halus memperkenalkan berbagai aspek budaya Korea, mulai dari makanan seperti kimchi yang ikonik (seperti yang terlihat dalam Jewel in the Palace), pakaian tradisional Hanbok yang elegan (seperti dalam Mr. Sunshine), hingga nilai-nilai sosial seperti pentingnya keluarga, persahabatan yang erat, dan etos kerja yang kuat. Penonton yang terpesona dengan drama ini secara tidak sadar terpapar dan mungkin mengadopsi elemen-elemen gaya hidup Korea, seperti mencoba makanan Korea, tertarik dengan produk kecantikan Korea, atau bahkan terinspirasi untuk mempelajari bahasa dan budaya Korea lebih lanjut. Popularitas K-Drama menciptakan gelombang ketertarikan yang meningkatkan citra positif Korea di mata dunia, mendorong pariwisata, dan secara keseluruhan memperluas pengaruh budaya Korea tanpa adanya paksaan atau kekerasan, inilah esensi dari soft power.
K-Drama merubah persepsi global?
K-Drama dapat memengaruhi persepsi global melalui tayangan drama Korea menjadi media utama yang memperkenalkan budaya, nilai, dan gaya hidup Korea kepada penonton di seluruh dunia. Melalui tampilan visual yang menarik seperti fisik aktor, fashion, sinematografi, serta alur cerita, K-Drama mampu membangun citra positif tentang budaya Korea, misalnya masyarakat yang baik hati, romantis, dan modern. Selain itu, daya tarik visual dari aktor dan fashion Korea yang trendi dan menginspirasi memunculkan stereotype positif tentang gaya hidup Korea yang berpengaruh pada persepsi penonton global. Melalui tayangan ini, penonton juga belajar dan memahami aspek sosial dan budaya Korea, dan seringkali mengadopsi gaya hidup tersebut secara tidak langsung.Pengaruh ini memperkuat persepsi bahwa budaya Korea adalah modern, menarik, dan positif, sehingga membentuk cultural mainstream dan meningkatkan daya tarik Korea secara internasional.
Peningkatan audience K-Drama melalui media global
Popularitas drama seri Korea Selatan semakin bertambah semenjak video streaming di tahun 2000-an mulai banyak digunakan oleh orang-orang. Internet dimanfaatkan oleh stasiun-stasiun televisi di Korea Selatan untuk memfasilitasi orang-orang di luar Korea yang ingin menonton drama seri. Drama seri Korea Selatan dapat ditonton melalui online video seperti YouTube dan Hulu yang memberikan pengaruh. Pada 21 Juni 2011, stasiun televisi Korea MBC memberikan penayangan drama seri Naughty Kiss dalam special YouTube-only edition.
Antusiasme penonton terlihat dari kemunculan subtitle bahasa Inggris, China, Jepang dan Spanyol. Sedangkan melalui www. hulu.com, orang-orang Amerika Serikat dapat menyaksikan drama seri Korea yang mereka inginkan. Jika situs Hulu hanya bisa diakses server USA, maka ada situs yang dapat ditonton oleh negara-negara lain, seperti Drama Fever, Drama Crazy, Viki dan My Soju. Situs-situs ini memberikan terjemahan teks dalam berbagai macam bahasa, termasuk Indonesia. K-Drama tidak hanya lagi ditonton oleh orang Korea saja. Seluruh dunia terkena penyebaran dari Korean wave melalui K-Drama.
Oleh: Afrilaesya Atha Salma
Bacaan lebih lanjut:
Ayuningtyas, D. (2024). Peran Budaya Populer sebagai Soft Power Bagi Negara di Asia Timur. Mondial: Jurnal Hubungan Internasional, 1(1), 24-43.
Putri, I. P., Liany, F. D. P., & Nuraeni, R. (2019). K-Drama dan penyebaran Korean wave di Indonesia. ProTVF, 3(1), 68-80.
Salam, I., Perbawasari, S., & Komariah, K. (2012). Hubungan antara Terpaan Drama Korea di Televisi dengan Gaya Hidup Penonton. Students e-Journal, 1(1), 24.




