Peran K-Drama Dalam Membangun Kesadaran Multikultural di Korea Selatan dan Indonesia

Korean Drama atau K-Drama telah mengalami banyak transformasibudaya yang signifikan sejak munculnya fenomena Hallyu atau Korean Wave yang artinya penyebaran budaya Korea ke tingkat global melalui musik, film, kuliner, fashion, dan terutama K-Drama. Melalui Korean Wave atau Hallyu, K-
Drama berhasil menyebarkan nilai-nilai budaya Korea ke berbagai negara, termasuk seperti negara Indonesia. Fenomena ini tidak sekadar hiburan semata,
melainkan telah berkembang menjadi alat diplomasi budaya yang efektif dalam memperkenalkan dan memperkuat pemahaman multikultural di tingkat global (Alam et al., 2023) . Selain menawarkan cerita yang menarik, K-Drama juga menampilkan gaya hidup dan tradisi yang menjadi daya tarik dari berbagai latar budaya. Hal ini membuat penonton tidak hanya menikmati alur erita, tetapi juga secara tidak langsung mempelajari dan memahami budaya Korea.

Multikultural merujuk pada keberagaman budaya yang hidup berdampingan dan saling menghormati dalam suatu masyarakat. Di dalam konteks globalisasi, pemahaman multikultural menjadi semakin penting untuk membangun toleransi dan penghargaan terhadap budaya. K-Drama berperan signifikan dalam proses ini dengan menampilkan nilai-nilai universal seperti persahabatan, keluarga, kerja keras, dan toleransi yang dapat diterima lintas budaya. Dengan begitu artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana K-Drama berperan dalam membentuk dan menyebarkan nilai-nilai multikultural.

Korea Selatan telah mengambangkan industri hiburan, khususnya di bidang K-Drama yang sebagai bagian integral dari diplomasi budayanya. Di dalam diplomasi budaya memiliki tiga strategi utama yaitu koneksi, konsistensi, dan inovasi. K-Drama mengimplementasikan ketiga strategi ini dengan cara yang
efektif. Strategi koneksi terlihat dari kemampuan K-Drama dalam menciptakan hubungan emosional dengan penonton internasional melalui cerita yang universal dan reletable. Seperti contoh drama keluarga yang berjudul “Move to Heaven” dan “Hometown Cha-Cha-Cha” yang berhasil menyentuh hati penonton karena mengangkat isu isu keluarga yang juga relevan dengan budaya negara Indonesia (Adisti et al., 2025) . Kesamaan nilai-nilai kekeluargaan antara Korea dan

Indonesia menciptakan resonansi budaya yang kuat, sehingga memudahkan proses transfer budaya. Konsistensi juga ditunjukkan melalui produksi K-Drama yang berkelanjutan dengan kualitas tinggi dan sistem distribusi yang terstruktur. Inovasi dalam distribusi K-Drama terlihat dari pemanfaatan platform digital seperti Netflix, Viu, dan Viki yang memudahkan akses penonton Indonesia dan negara lain.

K-Drama yang bertema seperti keluarga menampilkan berbagai nilai multikultural yang dipelajari oleh penontonnya. Salah satu bentuknya terlihat pada
aspek bahasa dan komunikasi lintas budaya. Banyak penonton internasional, termasuk negara Indonesia mulai mengenal dan mempelajari bahasa Korea
melalui K-Drama. Ungkapan- ungkapan seperti annyeonghaseyo, gamsahamnida, dan saranghae menjadi populer dan digunakan dalam percakapan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa K-Drama berperan sebagai sarana penyebaran bahasa sekaligus jembatan interaksi antar budaya (Hafadhah, 2024) . Selain itu K-Drama juga menampilkan nilai kesopanan dan penghormatan terhadap hierarki sosial. Penggunaan bahasa formal kepada orang yang lebih tua atau memiliki status lebih tinggi, serta bahasa informal kepada teman sebaya dan memberikan pemahaman bahwa komunikasi dipengaruhi oleh struktur sosial. Kuliner juga menjadi media yang penting dalam penyebaran budaya melalui K-Drama. Popularitas makanan seperti kimchi dan tteokbokki menjadi hal yang mudah diterima dalam diplomasi budaya karena memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan dan mudah diadaptasi. Di sisi lain, K-Drama juga menonjolkan nilai keluarga dan kebersamaan. Banyak drama menekankan pentingnya peran keluarga sebagai tempat dukungan emosional, penghargaan terhadap pengorbanan orang tua, serta pentingnya tetap bersama dalam menghadapi konflik. Nilai-nilai ini dekat dengan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi keharmonisan keluarga (Afiyani, 2024).

Adapun dampak K-Drama terhadap Pemahaman Multikultural yang signifikan. Berdasarkan data survei Jakpat, film dan serial Korea Selatan menjadi
tayangan yang paling banyak ditonton oleh orang Indonesia, dengan adanya 72% responden yang menonton tayangan dari Korea Selatan pada platform streaming di tahun 2022. Tingginya angka konsumsi ini menunjukkan bahwa K-Drama bukan hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga berperan sebagai media yang memperkenalkan nilai-nilai universal (Riana, 2024) . K-Drama memiliki dampak positif yaitu Pertama, meningkatkan toleransi dan keterbukaan terhadap budaya lain. Generasi budaya Indonesia yang menonton K-Drama menjadi lebih terbuka untuk mempelajari dan menghargai keberagaman budaya. Kedua, K-Drama mendorong pertukaran budaya yang intensif antara Korea dan Indonesia yang menciptakan ruang untuk dialog antar budaya yang lebih mendalam. Ketiga, K- Drama menjadi media pembelajaran informal tentang nilai-nilai sosial dan budaya. Yang terakhir, K-Drama juga memperkuat hubungan bilateral antara Korea Selatan dan Indonesia di bidang budaya, pendidikan, dan pariwisata.

Meskipun memiliki banyak dampak positif, penyebaran K-Drama juga menghadirkan dampak negatif. Pertama, poplaritas budaya Korea dapat
menggeser minat terhadap budaya lokal jika tidak diimbangi dengan penguatan identitas nasional. Kedua, perilaku konsumtif penonton dari paparan K-Drama misalnya pembelian pakaian dan kosmetik dapat memengaruhi gaya hidup dan perilaku belanja mereka. Terakhir, terdapat adegan dalam K-Drama seperti mengkonsumsi alkohol dapat menimbulkan perdebatan dan ketidakselarasan dengan norma yang berlaku (Menh Lueng Pha, 2022) . Namun, demikian, secara umum masyarakat Indonesia memiliki kemampuan adaptasi budaya yang cukup baik.

Peran institusi dalam penyebaran nilai multikultural melalui K-Drama terlihat jelas melalui kontribusi Korean Cultural Center Indonesia (KCCI). Lembaga ini menjadi pusat penting dalam memperkenalkan budaya Korea dan mendorong interaksi budaya antara Korea Selatan dan Indonesia. KCCI menerapkan pendekatan diplomasi multijalur yang melibatkan kerjasama dengan lembaga pemerintah seperti Korea Creative Content Agency (KOCCA) dan Korea Tourism Organization (KTO) dalam penyelenggaraan festival film dan kegiatan budaya yang bersifat formal (Budiman & Bahfiarti, 2024) . Media sosial dan media digital juga turut dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran konten agar budaya Korea dapat diakses secara luas dan mudah oleh masyarakat Indonesia. Program-program unggulan seperti K-Pop Academy, kelas bahasa Korea, dan penyelenggaraan Korea-Indonesia Film Festival (KIFF) telah berhasil menarik partisipasi ribuan pengunjung dari berbagai daerah, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap budaya Korea. Melalui program-program tersebut, KCCI tidak hanya mengenalkan aspek budaya populer, tetapi juga mendorong terjadinya dialog, pertukaran kreativitas, serta pemahaman lintas budaya yang lebih mendalam.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa K-Drama telah menjadi sarana yang efektif dalam memperkenalkan dan menyebarkan nilai-nilai multikultural, baik di
Korea Selatan maupun di Indonesia. Strategi diplomasi budaya juga melibatkan koneksi, konsistensi dalam produksi dan distribusi, serta inovasi dalam
pemanfaatan teknologi digital. Penyebaran K-Drama melalui platform digital juga membuat aksesnya semakin luas, sehingga penonton dari berbagai latar belakang dapat menikmati dan mempelajari budaya Korea. Di Indonesia , K-Drama tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran budaya yang memperkaya pemahaman tentang keragaman. Meski demikian, masuknya budaya Korea juga menimbulkan kekhawatiran terhadap berkurangnya apresiasi terhadap budaya lokal. Karena itu, lembaga seperti Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) berusaha menyeimbangkan promosi budaya populer Korea dengan pengenalan budaya tradisional dan kegiatan pertukaran budaya yang lebih mendalam. Keberhasilan K-Drama dalam menyebarkan nilai-nilai multikultural menunjukkan kuatnya pengaruh budaya sebagai bentuk soft power dalam hubungan antar negara.

Oleh: SEPTINA MARTHA LINDA – 202410360110127

Bacaan lebih lanjut:
Adisti, R., Studi, P., Internasional, H., Padjadjaran, U., Konety, N., Studi, P., Internasional, H., & Padjadjaran, U. (2025). DIPLOMASI BUDAYA
KOREA SELATAN TERHADAP INDONESIA MELALUI DRAMA KOREA BERTEMA KELUARGA TAHUN 2021-2023. Journal of Internasional Relations (IJIR), 9(1), 52–79. https://doi.org/10.32787/ijir.v9i1.658
Afiyani, F. F. (2024). KONVERGENSI SIMBOLIK PADA BUDAYA POPULER DRAMA KOREA ITAEWON CLASS.
Alam, W. M., Sandung, C. L., & Awaru, A. O. T. (2023). The Influence of the Korean Wave on the Dynamics of Multiculturalism Among Indonesia ’ s Young Generation. 2(1), 1–12.
Budiman, N. L., & Bahfiarti, T. (2024). Diplomasi Budaya Multitrack : Peran Korean Cultural Center Indonesia Dalam Menyebarluaskan Budaya Korea di Indonesia Pendahuluan Diplomasi budaya merupakan salah satu bentuk soft power yang berperan penting dalam memperkenalkan dan memperkuat
pengaruh sua. JOURNAL TRANSBORDERS, 8(1), 56–66.
Hafadhah, M. (2024). Pemahaman Budaya Korea Selatan melalui Fenomena K- Drama di Indonesia. Journal Ilmu Sosial dan Ilmu Poilitik, 1(1), 24–34.
Menh Lueng Pha, P. Q. L. (2022). The Point of View of Spreading the Culture and Habits of Young People through Korean Drana Films. Journal of Asian Multicultural Research for Social Sciences Study, 3(1), 7–14.
Riana, S. K. (2024). PERSEPSI PENGGEMAR DRAMA KOREA TERHADAP BUDAYA KOREA: STUDI KASUS KOMUNITAS X @KDRAMA_MENFESS. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 115–125.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *