Kalau denger kata Korea, pasti langsung terbesit dipikiran tuh idol K-pop iya kann hayoo ngakuu, apalagi sama, drama yang bikin baper, atau makanan pedas yang bikin nagih. Tapi pernah nggak sih kamu iya kamu~ ngelirik ke budaya tradisional mereka yang nggak kalah kece? Salah satunya: Hanbok. Hanbok itu bukan cuma baju tradisional yang dipakai buat acara-acara resmi doang. Di balik desainnya yang cantik dan warna-warnanya yang nyentrik, Hanbok punya makna yang dalem banget—dan pastinya penuh sejarah. Yuk, kita kupas bareng kenapa Hanbok itu bisa dibilang more than just a look! Sejarah hanbok tradisional Korea itu ibarat kaya tali Panjang yang penuh cerita —ngegambarin banget gimana budaya Korea berkembang dari zaman ke zaman. Hanbok, dengan bentuknya yang khas dan warna-warna yang ngejreng, udah jadi bagian penting dari identitas orang Korea sejak ratusan tahun lalu. Desain dasarnya—mulai dari jeogori (atasan), baji (celana), chima (rok), sampai po (mantel)—sebenernya nggak banyak berubah, walaupun cara pakenya terus berkembang sesuai zaman. Hanbok bukan cuma simbol tradisi, tapi juga kayak cermin yang nunjukin perjalanan sejarah dan perubahan budaya Korea dari masa ke masa.
Dulu, Hanbok itu dipakai sehari-hari sama orang Korea, lho. Tapi seiring waktu, fungsinya mulai berubah. Sekarang, Hanbok lebih sering dipakai buat acara-acara spesial aja—kayak pernikahan, upacara adat, atau festival budaya. Jadi lebih ke outfit yang dipake pas momen penting, bukan buat keseharian lagi. Hanbok sekarang udah diakui sebagai bagian penting dari warisan budaya Korea—nggak cuma yang keliatan bentuk fisiknya, tapi juga nilai-nilai di baliknya. Korea bahkan punya acara khusus kayak "Hari Hanbok" dan udah resmi menetapkan Hanbok sebagai warisan budaya takbenda nasional.
Salah satu bentuk Hanbok yang paling ikonik adalah Hanbok putih. Warna ini punya makna mendalam—melambangkan kesederhanaan, kepolosan, dan bahkan perlawanan. Di era modern, Hanbok putih juga pernah dipakai sebagai simbol protes dan ekspresi budaya, terutama di masa-masa penting dalam sejarah Korea. Beberapa merek Hanbok tradisional masih mempertahankan kesan klasik—fokusnya di keindahan tradisi, kesan formal, dan unsur alam yang tenang. Tapi di sisi lain, muncul juga Life Hanbok, yang tampil beda dengan gaya lebih modern dan praktis, tanpa ninggalin akar tradisionalnya. 3 Dari segi desain, Hanbok zaman sekarang juga makin inovatif. Misalnya nih, ada yang pakai elemen lepas-pasang atau cara pengikatan yang lebih simpel—jadi lebih fleksibel dan bisa disesuaikan sama gaya pemakainya.
Terus ada juga yang namanya Hanbok Saenghwal. Ini tuh versi modern Hanbok yang dirancang supaya bisa dipakai buat kegiatan sehari-hari. Tetap ada sentuhan tradisionalnya, tapi bahannya lebih ringan dan desainnya lebih kekinian.
Tapi ya, meskipun Hanbok punya nilai budaya yang tinggi, industrinya juga punya tantangan. Salah satunya soal harga yang nggak murah dan perawatan yang agak ribet. Hal-hal ini bikin sebagian orang mikir dua kali buat beli atau pakai Hanbok. Menariknya, desain Hanbok itu sebenernya punya makna filosofis juga, lho. Polanya banyak terinspirasi dari bentuk lingkaran, kotak, dan segitiga—yang katanya sih, melambangkan harmoni antara manusia dan alam. 6 Sekarang, pengaruh Hanbok juga udah mulai masuk ke dunia fashion modern. Banyak desainer yang nge-blend elemen Hanbok ke gaya fashion masa kini bukti kalau Hanbok itu fleksibel dan tetap bisa tampil keren di era global.
Sekarang ini, desain Hanbok juga udah mulai dieksplorasi lewat teknologi digital—kayak pemodelan dan simulasi 3D. 8 Cara ini nggak cuma bantu ngelestariin bentuk tradisionalnya, tapi juga bikin Hanbok lebih gampang diakses dan dikenal sama audiens global. Jadi, makin banyak orang luar Korea yang bisa apresiasi keunikan Hanbok tanpa harus datang langsung ke sana.
Walaupun Hanbok tetap jadi simbol budaya Korea yang kuat, cara orang menginterpretasikannya di era sekarang tuh udah mulai berubah. Adaptasi ke tren modern justru nunjukin kalau budaya itu emang dinamis, terus berkembang seiring zaman. 9 Di tengah masyarakat Korea yang makin multikultural, makna Hanbok sebagai pakaian nasional juga bisa jadi makin beragam dan inklusif. Secara keseluruhan, Hanbok masih berdiri teguh sebagai representasi dari warisan budaya Korea yang kaya. Tapi, perannya di masyarakat modern juga terus berkembang—dan itu jadi tantangan sekaligus peluang. Di tengah dunia yang makin global, Hanbok tetap jadi bukti nyata bahwa tradisi dan inovasi bisa jalan bareng.
Oleh: Evelyn Anggita Sari
Bacaan lebih lanjut:
Bae, R., Lee, M., & Kim, E.-J. (2016). A Study on the Current Status of Hanbok Brands and Aesthetic Characteristics. Journal of Fashion Business, 20(1), 127–141. https://doi.org/10.12940/JFB.2016.20.1.127
Cho, W. H., & Kim, M.-Y. (2010). Research on Consumer Recognition of Korean Traditional Costume, Hanbok. Journal of the Korean Society of Costume, 60(2), 130–143. http://www.koreascience.or.kr/article/ArticleFullRecord.jsp?cn=BSHHBV_2010_v60n2_
130
Hong, W. S. (2022). A study on the Hanbok Promotion Bills. Yuleob Heonbeob Yeon-Gu, 40, 175–212. https://doi.org/10.21592/eucj.2022.40.175
Kim, M. (2022). A Review of the Dictionary Definitions of Hanbok. Journal of the Korean Society of Costume, 72(6), 139–155. https://doi.org/10.7233/jksc.2022.72.6.139
Kim, O. S. (2016). Functionality Korean traditional dress.
Lee, B. H. (2016). Hanbok jeogori for expressing various design.
Lin, S.-H., & Bahng, Y. (2019). The Infusion of Design Elements of Hanbok into Modern Fashion Styles. Iowa State University Digital Press. https://www.iastatedigitalpress.com/itaa/article/id/8460/
Nam, Y.-H., Lee, B.-R., & Oh, C. S. (2017). A knowledge-driven approach for Korean traditional costume (hanbok) modeling. 3331, 9. https://dspace.ewha.ac.kr/handle/2015.oak/219512
Seo, B.-H. (2015). White Hanbok as an Expression of Resistance in Modern Korea. Journal of the Korean Society of Clothing and Textiles, 39(1), 121–132. https://doi.org/10.5850/JKSCT.2015.39.1.121




