Sumber gambar: Facebook – Denny Aprisani
Korea Selatan saat ini bertransformasi menjadi negara multikultural, hal ini dapat terjadi karena Korea Selatan membuka kesempatan para migran untuk berkarir maupun melanjutkan pendidikan. Peningkatan penduduk asing di Korea Selatan menjadi alasan negara ini perlahan bertransformasi menjadi negara multikultural. Korea Selatan mengalami peningkatan penduduk asing dari tahun 2019 sebanyak 4,86% menjadi 4,89% pada tahun 2023 (Park Hye, 2024). Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat mengingkat kebutuhan pendidikan dan ekonomi terus berkembang (WORLD, 2024).
Indonesia telah bekerja sama dengan Korea Selatan sejak tahun 1994 dan berlangsung hingga hari ini (Rosidi, 2013). Mobilisasi para migran dilakukan melalui program Goverment to Goverment (G to G), yaitu kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan dalam mengirimkan migran untuk berkarir maupun menuntut ilmu (BP2MI, 2025). Beberapa migran Indonesia yang datang ke Korea Selatan membentuk komunitas-komunitas kecil seperti paguyuban dan perkumpulan pelajar (Kemdikbud, 2021). Dari komunitas tadi, migran Indonesia membawa budaya lokal dan diperkenalkan ke masyarakat Korea melalui acara pertunjukkan budaya dari lingkungan kampus hingga acara inisiatif TKI. Salah satu pertunjukkan pengenalan budaya adalah Water Korea. Water Korea adalah paguyuban Indonesia di Korea Selatan yang berdiri di bawah naungan Indonesian Community in Corea (ICC).
Paguyuban ini bergerak di bidang kesenian dan salah satu budaya yang dibawa adalah pencak silat. Pada tahun 2013, Water Korea diundang oleh foreigh worker center untuk mengisi acara kesenian manca negara yang dihadiri oleh kalangan migran. Indonesia mendapatkan antusiasme dari para penonton dengan penampilan pencak silat yang dibawakan ke panggung. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya pengunjung yang memadati panggung saat kesenian asli Indonesia tampil (Liputan6, 2013).
Selain melalui inisiatif TKI, mahasiswa juga mempunyai kontribusi dalam memperkenalkan pencak silat di Korea Selatan melalui kejuaraan bela diri. Salah satu contohnya adalah kemenangan yang diraih oleh David Akbar Putra Pratama, mahasiswa baru Untag Surabaya Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (Sistekin), Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC), berhasil meraih Juara 1 Kategori Male Single Weapons dalam WOMAU International Martial Art Contest (IMAC) 2025 yang digelar di Chungju, Korea Selatan.
David meraih juara pertama dalam ajang International Martial Arts Contest, yaitu ajang seni bela diri bergengsi yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara untuk menampilkan kekayaan seni bela diri tradisional sebagai warisan budaya. Kompetisi ini berlangsung pada 10 sampai 13 September 2025. Selain David Akbar Putra Pratama, pemenang lain dari Indonesia dalam ajang yang sama adalah Muhammad Rusyibihan Baqli Program Studi Manajemen yang meraih juara 1 seni tangan kosong kategori laki-laki, serta Hadi Firma Zyah prodi Ilmu Komunikasi Muhammad Rusyibihan Baqli (Portal JTV, 2025)
Keberhasilan para perwakilan Indonesia dapat dijadikan sebagai ajang untuk menunjukkan kebolehan serta kesempatan untuk menunjukkan budaya Indonesia di mata dunia. Persebaran pencak silat di Korea Selatan dapat melalui acara pertandingan internasional yang rutin digelar dan diikuti oleh berbagai negara. Selain TKI dan mahasiswa, pemerintah juga mempunyai peran dalam penyebaran pencak silat di Korea Selatan.
Persebaran pencak silat di Korea Selatan berawal pada tahun 1987 dan diperkenalkan oleh isntruktur Indonesia bernama H. Ahmad Syarifuddin, yang datang sebagai bagian dari program pertukaran budaya. Demonstrasi awal dilakukan di universitas dan acara olahraga. Dari sini pencak silat mulai menarik perhatian dari mahasiwa dan atlet Korea Selatan (IPSI, n.d.). Berawal dari sini pencak silat mulai tumbuh perlahan dan akhirnya pada tahun 1990 terbentuklah Federasi Pencak Silat Korea Selatan yang bertugas untuk mengorganisasi kegiatan resmi. Federasi ini mendapat dukungan dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT), yang membantu menerapkan standar dan aturan kompetisi (KPSF, n.d.).
Saat ini, pencak silat menjadi bagian kecil dari keberagaman budaya di Korea Selatan. Meskipun belum mendominasi, kehadiran pencak silat menjadi bukti eksistensi budaya Indonesia di manca negara. Sebagai perbandingan, negara Thailand dapat dikatakan lebih unggul dalam menyebarkan budaya seni bela diri yaitu muay thai. Federasi Internasional Muay Thai Amatir (IFMA) yaitu badan pengatur global resmi muay thai saat ini beranggotakan 140 negara yang berbeda (IFMA, n.d.). Indonesia saat ini memiliki cabang pencak silat yang tersebar di 83 negara (Prihananto, 2024). Dari perbandingan di atas, dapat dikatakan Indonesia masih tertinggal dengan negara Asia Tenggara dalam penyebaran budaya lokal. Dengan ini diharapkan pemerintah lebih gencar lagi dalam mempromosikan budaya asli Indonesia. Kehadiran pencak silat menjadi bukti keberagaman warna yang ada di Korea Selatan, di mana budaya Indonesia dapat berdampingan dengan budaya masyarakat lokal. Melalui kontribusi TKI, Mahasiswa, dan Pemerintah, pencak silat perlahan tapi pasti mulai dikenal masyarakat dunia.
Oleh: Syamsuddin Nizar – 202410360110096
Referensi dan bacaan lebih lanjut:
BP2MI. (2025). KemenP2MI Kembali Melepas 291 Pekerja Migran Indonesia Program G To G Ke Korea Selatan. https://kp2mi.go.id/berita-detail/kemenp2mi-kembali-melepas-291-pekerja-migran-indonesia-program-g-to-g-ke-korea-selatan
IFMA. (n.d.). Who We Are. Retrieved November 9, 2025, from https://muaythai.sport/
IPSI. (n.d.). Sejarah Persebaran Pencak Silat. Retrieved November 9, 2025, from https://pbipsi.com/about/
JTV, P. (2025). Mahasiswa Untag David Akbar Putra Pratama Raih Juara 1 di Kejuaraan Bela Diri Korea Selatan. 2025. https://portaljtv.com/news/mahasiswa-untag-david-akbar-putra-pratama-raih-juara-1-di-kejuaraan-bela-diri-korea-selatan
Kemdikbud. (2021). Perhimpunan Pelajar Indonesia di Korea. http://posspika.kemdikbud.go.id/perpika
KPSF. (n.d.). Korea Pencak Silat Federation. https://m.blog.naver.com/p_encak?proxyReferer=https%3A%2F%2Fl.instagram.com%2F&tab=1&trackingCode=external
Liputan6. (2013). TKI Perkenalkan Pencak Silat Indonesia di Korea Selatan. Liputan6. https://www.liputan6.com/citizen6/read/582934/tki-perkenalkan-pencak-silat-indonesia-di-korea-selatan
Park Hye, R. (2024). Korea Akan Masuk Era Negara Multikultural Melalui Peningkatan Penduduk Asing. https://indonesian.korea.net/NewsFocus/Society/view?articleId=245563
Prihananto, P. E. (2024). Memanggungkan Pencak Silat di Kancah Dunia. Kompas.Id. https://www.kompas.id/artikel/memanggungkan-pencak-silat-di-kancah-dunia
Rosidi, I. (2013). Sejak 1994, Indonesia sudah kirim TKI ke Korsel. SindoNews. https://nasional.sindonews.com/berita/760480/15/sejak-1994-indonesia-sudah-kirim-tki-ke-korsel
WORLD, I. K. (2024). Warga Asing di Korea Diperkirakan Mencapai 5% dalam 20 Tahun Ke Depan. https://world.kbs.co.kr/service/news_view.htm?lang=i&Seq_Code=74015




