Source: Pinterest
Pada malam Oscar 2020, dunia menyaksikan sejarah: Parasite, sebuah film berbahasa Korea Selatan, berhasil menyapu bersih kategori-kategori utama, termasuk Best Picture, Best Director, Best Original Screenplay, dan Best International Feature Film. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Academy Awards bahwa film non-Inggris meraih penghargaan tertinggi. Kemenangan ini bukan sekadar selebrasi belaka, melainkan momen sakral yang mengguncang dominasi Hollywood dan membuka pintu bagi sinema global.
Sebelum menyutradarai Parasite, Bong Joon-ho sudah dikenal lewat sejumlah karya menarik seperti Memories of Murder (2003), The Host (2006), Mother (2009), Snowpiercer (2013), dan Okja (2017). Dengan portofolio yang solid dan ciri khas sinematiknya, Bong dikenal sebagai sutradara yang kreatif, berani, dan tidak ragu menyentuh tema-tema sosial yang kompleks.
Parasite bukan film aksi seperti The Raid atau John Wick, atau kisah epik berskala besar seperti Star Wars atau Lord of the Rings. Sebaliknya, film ini menyajikan drama keluarga yang mengupas realitas ketimpangan kelas di Korea Selatan—isu yang juga dirasakan di berbagai belahan dunia. Film ini menggambarkan dua keluarga yang berbeda kelas sosial: keluarga Park yang kaya dan keluarga Kim yang miskin. Dengan pendekatan satire, Parasite menyentuh sisi gelap masyarakat modern dan memaparkannya dengan gaya visual dan narasi khas Bong Joon-ho.
Dengan alur tak terduga, simbolisme visual yang kuat, dan transisi genre yang mulus antara komedi, drama, dan thriller, Parasite membuktikan bahwa film dengan cerita sederhana dan membumi—tanpa banyak CGI dan ledakan—dapat memberikan dampak besar bagi perfilman dunia.
Salah satu kutipan terkenal Bong Joon-ho dalam pidato kemenangannya adalah: “Once you overcome the one-inch tall barrier of subtitles, you will be introduced to so many more amazing films.”
Kutipan ini menjadi simbol pergeseran besar dalam dunia sinema: bahasa bukan lagi penghalang untuk terhubung dengan cerita yang kuat. Parasite membuktikan bahwa audiens global kini siap, bahkan antusias, untuk menonton film berbahasa asing.
Sebelum Oscar, Parasite juga telah mengantongi berbagai penghargaan internasional. Di ajang Golden Globe Awards ke- 77, film ini meraih empat nominasi dan memenangkan kategori Best Foreign Language Film. Di BAFTA, film ini menang dalam kategori Original Screenplay dan Film Not in the English Language. Bahkan, Parasite menjadi film non- Inggris pertama yang memenangkan Screen Actors Guild (SAG) Award untuk Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Korea Selatan dan industrinya.
Kemenangan Parasite menunjukkan bahwa Hollywood mulai membuka diri terhadap keragaman budaya. Di tengah kritik atas kurangnya representasi ras, etnis, dan bahasa dalam industri film Amerika, hadirnya Parasite memberikan harapan baru. Festival seperti Cannes juga telah lama menjadi ruang bagi sinema Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk bersaing secara setara dan mendapatkan pengakuan.
Kemenangan ini membuka jalan bagi film-film non-Inggris lainnya untuk mendapat perhatian lebih luas. Sineas dari berbagai negara kini lebih berani berkarya tanpa harus mengikuti standar “Hollywood.” Peran platform streaming seperti Netflix dan Prime Video pun sangat besar dalam mendistribusikan film-film dari berbagai penjuru dunia, menjadikan karya dari Korea, India, Jepang, hingga Indonesia mudah diakses dan diapresiasi secara global.
Kemenangan Parasite bukan hanya milik Korea Selatan, tapi juga kemenangan simbolis bagi seluruh dunia yang selama ini terpinggirkan oleh dominasi budaya Hollywood. Pertanyaannya kini, apakah ini menjadi awal dari gerakan besar di mana film-film berbahasa asing bisa bersaing sebagai aktor utama dalam industri film global—bukan sekadar pelengkap?
Mampukah industri film dan para penontonnya terus membuka diri terhadap kisah-kisah dari belahan dunia lain? Ataukah Parasite akan tetap jadi “anomali” yang sulit terulang?
Oleh: Muhammad Dava Putra
Bacaan lebih lanjut:
- Academy Awards. (2020). 92nd Academy Awards Winners. Diakses dari: https://www.oscars.org/oscars/ceremonies/2020
- Lee, H. J. (2020). The Cinematic Language of Bong Joon-ho: Satire, Suspense, and Society. Asian Cinema Review, 18(2), 34–49.
- Choi, J. (2020). Class Warfare and Family Ties: A Reading of Parasite. Journal of Korean Film Studies, 12(1), 45–60.
- Bong Joon-ho. (2020). Pidato Kemenangan di Academy Awards. Diakses melalui YouTube/ABC.
- Hollywood Foreign Press Association. (2020). 77th Golden Globe Awards – Winners List. Diakses dari: https://www.goldenglobes.com/
- British Academy of Film and Television Arts. (2020). BAFTA Winners 2020. Diakses dari: https://www.bafta.org/
- Screen Actors Guild. (2020). SAG Awards Winners 2020. Diakses dari: https://www.sagawards.org/
- Turan, K. (2020). Cannes and the Rise of Global Cinema. Los Angeles Times.
- Park, J. (2021). The Global Impact of Korean Cinema in the Streaming Era. Global Media Journal, 19(1).




