Picture source: Kpopmap
Sebuah tren membaca yang disebut “text hip” sedang naik daun di Korea Selatan pada tahun 2024 secara signifikan meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda,, terutama di kalangan Gen Z. Jutaan orang di Semenanjung Korea terpikat oleh tren ini, meskipun mungkin bukan tren yang muncul di seluruh dunia. Ini mengubah keyakinan lama bahwa membaca buku adalah aktivitas kuno dan membosankan menjadi sesuatu yang menarik, modis, dan sarat makna sebagai cara ekspresi diri1. “Text hip”,adalah gerakan sosial di mana membaca buku dipandang sebagai kegiatan intelektual dan gaya hidup yang disukai Gen Z, dimana kegiataan membaca adalah hal yang ‘hip’ atau ‘seksi’. Saat ini, buku dianggap sebagai alat untuk mengidentifikasi dan membedakan diri dalam komunitas sosial. Gen Z Korea menunjukkan individualitas mereka melalui apa yang mereka baca dan bagaimana mereka membagikan kutipan favorit mereka di media sosial seperti Instagram dan TikTok. Bahkan di X pun terdapat list rekomendasi buku yang harus dibaca biar terlihat keren2.
Media sosial memainkan peran penting dalam menyebarkan tren ini. Banyak pengguna yang mengunggah foto dan video saat membaca, serta membagikan kutipan inspiratif dari buku yang mereka baca. Pengaruh selebriti K-pop yang sering membagikan pengalaman membaca mereka adalah komponen utama yang mendorong tren ini. Misalnya, Minji dari NewJeans terlihat membaca buku novel klasik Edith Wharton “The Age of Innocence” dalam sebuah video musik dan Jang Won-young dari IVE mengungkapkan ketertarikannya pada karya filsafat Arthur Schopenhauer dan “The Analects” karya Confucius 3. Hal ini membuat membaca dan buku menjadi alat yang menarik untuk ekspresi diri dan identitas bagi Gen Z. Selain itu, munculnya tempat-tempat seperti “Chaek Bar” di Seoul, yang menggabungkan suasana santai dengan koleksi buku dan minuman bertema literatur, membuat pengalaman membaca yang unik dan menyenangkan. Tempat-tempat seperti ini menarik siswa dan remaja yang ingin menikmati membaca di lingkungan sosial kontemporer 4.
Gen Z Korea juga aktif dalam membentuk komunitas membaca, seperti klub buku online yang diselenggarakan melalui media sosial dan diskusi buku. Survei tahun 2023 oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menunjukkan bahwa sekitar 40% peserta klub buku Dare berusia dua puluhan. Meskipun 6 dari 10 orang dewasa Korea tidak membaca buku dalam satu tahun, minat membaca di kalangan remaja meningkat: 74,5% orang berusia 20 tahun mengatakan mereka membaca buku dalam satu tahun terakhir 4. Terlepa dari kemungkinan bahwa tren ini akan menutup jarak antara generasi dalam hal kebiasaan membaca, tren ini juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih menghargai nilai budaya dan keberagaman melalui buku. Kebangkitan industri buku fisik di Korea Selatan juga didorong oleh fenomena “text hip”. Sebagai contoh, pengunjung Pameran Buku Internasional Seoul 2024 meningkat sebesar 15,4% dibandingkan tahun sebelumnya 5, menunjukkan minat baca yang meningkat di kalangan remaja.
Tren “text hip” membuktikan bahwa membaca kembali menjadi aktivitas yang digemari Gen Z Korea, tidak hanya sebagai sarana pengetahuan, tetapi juga sebagai gaya hidup dan cara berekspresi. Dengan dukungan media sosial dan komunitas yang kuat, membaca kini menjadi bagian dari identitas dan budaya anak muda Korea yang modern dan kreatif. Namun, upaya terus-menerus diperlukan untuk mempertahankan dan mengembangkan tren ini, seperti menyediakan buku pengantar yang menarik bagi anak-anak dan remaja agar mereka terbiasa dengan teks sejak kecil. Kesuksesan penulis Korea seperti Han Kang, penerima penghargaan Nobel, diharapkan dapat meningkatkan budaya membaca di seluruh negara. Singkatnya, tren “text hip” telah menghidupkan kembali minat baca muda Korea dengan membuat membaca sebagai aktivitas yang modis, sosial, dan bermakna sekaligus memberikan peluang untuk membangun masyarakat yang lebih berbudaya dan berpengetahuan.
Oleh: Aisyah Raufe
Bacaan lebih lanjut:
Hyun-ji, Yoon. 2024. The Rise of ‘Text Hip’: How Reading Became. (Online, (https://tribune.cnumedia.jnu.ac.kr/news/articleView.html?idxno=20741), diakses 23 April 2025
KBS. 2024. [AADK] Tren ‘Text Hip’ (Membaca itu Keren) di Korea | KOHAI. (Online), (https://www.youtube.com/watch?v=LpiWl6VjPH0), diakses 23 April 2025.
Jang, Seoyoung. 2024. Text Hip: The New Reading Trend Sparked by Han Kang. (Online), (https://kwnews.kw.ac.kr/news/articleView.html?idxno=12428), diakses 23 April 2025.
KTimes. 2024. ‘Text Hip’ trend helps ignite fresh interest in reading among youth. (Online), (https://www.koreatimes.co.kr/lifestyle/trends/20241102/text-hip-trend-helps-ignite-fresh-interest-in-reading-among-youth), diakses 23 April 2025.
Dong-hee, Hwang. 2025. From ‘text hip’ to ‘writing hip’: How handwriting has become the new cool. (Online), (https://m.koreaherald.com/article/10440793?sec=003#:~:text=%E2%80%9CText%20hip%22%20refers%20to%20the,you%20can%20temporarily%20forget%20them.%2), diakses 24 April 2025.
Ye-jin, Seo. 2024. A new reading culture of the younger generation centered on “Tex Hipt”. (Online), (https://channelpnu.pusan.ac.kr/news/articleView.html?idxno=36003), diakses 24 April 2025.
Ji-hye, dkk. 2025. The rise of ‘Text Hip’: Young Koreans discover the joy of reading. (Online), (https://www.chosun.com/english/travel-fooen/2025/01/03/UWS5D2NZHVAOTDMOVUOYQHXM3M/), diakses 24 April 2025.




