Jejak Sejarah dalam Budaya Kuliner Tteokbokki khas Korea Selatan

Picture source: Asian Inspiration

Tteokbokki merupakan salah satu kuliner asal korea selatan yang sangat digemari bahkan kini sudah mulai menyebar di seluruh belahan dunia, hidangan ini merupakan hidangan khas yang wajib dicoba ketika datang dan berwisata di korea selatan, Hidangan dengan potongan kue beras kenyal lengkap disajikan dengan saus pedas manis bernama gochujang, hidangan ini dapat ditemui di banyak resto korea selatan atau bahkan pedagang kaki lima. Sajian ini membawa cerita yang menarik dan sejarah yang cukup panjang hingga pada akhirnya menjadi hidangan yang mendunia dan simbol khas kuliner korea. Sebelum menjadi jajanan yang populer, pada awalnya Tteokbooki dikenal dengan gungjung tteokbokki yang berarti tteokbokki kerajaan, hidangan ini berasal dari era kerajaan korea yaitu dinasti joseon dan hanya disajikan di lingkungan kerajaan menjadikan hidangan ini sebagai santapan bangsawan, Sajian ini dibuat dengan kue beras putih yang dicampur dengan daging sapi, sayur, minyak wijen dan kecap asin, tteokbokki klasik yang mencerminkan rasa khas dan kekayaan rasa masakan istana, tteokbokki klasik tidak menggunakan cabai, daya tarik hidangan ini adalah rasa asin dan masin yang menyatu dengan kenyal dari tteok. Masakan ini menjadikan simbol status sosial dimana kemudian mengalami perubahan yang cukup besar dan menyebar ke semua kalangan. Seiring runtuhnya sistem kerajaan dan berkembang ke era modern, banyak tradisi dan kuliner bangsawan yang mengalir ke masyarakat, hidangan yang dulunya dinilai sangat ekslusif, perlahan lahan di adaptasi oleh masyarakat dengan bahan yang lebih sederhana, tteokbokki kemudian berkembang dari sajian kelas atas menjadi sajian yang ekonomis.

Perubahan dan transformasi baru pada tteokbokki terjadi sekitar tahun 1953 pasca terjadinya perang korea, di masa yang sulit, masyarakat korea mencari sebuah cara untuk mengelola bahan makanan yang cukup terbatas namun juga tetap dapat dinikmati pada masa itu, kisah yang paling populer salah satunya berasal dari Mak Bo-rim, seorang pedagang makanan di kawasan sindang-dong, seoul dan secara tidak sengaja menjadi pelopor dan menciptakan resep baru tteokbokki, dengan menambahkan sambal pedas manis, gochujang, pasta cabai fermentasi khas korea selatan, cita rasa baru ini langsung disukai oleh banyak orang, hingga sejak saat itu tteokbokki, versi pedas menyebar luas, menjadi makanan favorit masyarakat korea. Tteokbokki versi saat ini kemudian menjelma menjadi masakan khas yang digemari semua kalangan, dan dapat ditemukan di pasar tradisional, resto bahkan jajanan kaki lima, bagi banyak masyarakat korea tteokbokki sangat berkesan dan memiliki banyak kenangan, menyantap tteokbokki dengan teman sekolah, dan membelinya di penjual di wilayah lingkungan rumah, menjadikan tteokbokki bagian dari nostalgia masa kecil. Berkembang zaman dan generasi baru membuat hidaangan ini terus dinikmati dengan inovasi baru dari tteokbokki yang semakin mengikuti perkembangan zaman,akhirnya muncul berbagai variasi menarik dari sajian ini, dari tteokbokki keju mozarella, tteokbokki ramyun, sosis hingga variasi tteokbokki carbonara, tteokbokki rose yang terinspirasi dari kuliner barat, inovasi inilah yang membuat tteokbokki bertahan hingga saat ini menjadi makanan khas favorit bahkan membuat jangkauanya meluas hingga dapat kita temui di berbagai restoran Korea di seluruh dunia, bahkan dalam bentuk instan di supermarket. Tteokbokki adalah cermin dari sejarah panjang, inovasi dalam beradaptasi, dan kreativitas budaya Korea Selatan. Dari meja raja hingga kaki lima, dari resep klasik hingga kreasi modern, tteokbokki menunjukkan bahwa makanan bukan hanya soal rasa, tapi juga soal identitas, kebersamaan, dan kenangan yang terus hidup dari generasi ke generasi.

 

Oleh: Nabella Cahya Diana

 

Bacaan lebih lanjut:

Bokksu Market. (2023). Tteokbokki: The spicy heart of Korean street food. https://www.bokksumarket.com/blogs/magazine/tteokbokki-the-spicy-heart-of-korean-street-food.

Esri. (n.d.). Tteokbokki: Korea’s comfort food. ArcGIS StoryMaps. https://storymaps-arcgis-com.translate.goog/stories/4d155e94b9394431a8f32efe3b61b5f5?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc&_x_tr_hist=true.

Han, S. (2022, March 3). How tteokbokki became Korea’s comfort food. The Hankyoreh. https://english.hani.co.kr/arti/english_edition/e_entertainment/1033677.html.

KOCIS. (2019, January). The fiery tale of tteokbokki. Korean Culture and Information Service. https://www-kocis-go-kr.translate.goog/eng/webzine/201901/sub08.html?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc.

The Chosun Ilbo. (2010, July 16). Korea’s spicy rice cake dish. https://www.chosun.com/english/travel-food-en/2010/07/16/YDG3XFGZWPE6OCIVJL4YRB3B7A/.

The Korea Herald. (2021, March 5). The spicy evolution of tteokbokki. https://www.koreaherald.com/view.php?ud=20210305000694.The Spice Odyssey. (n.d.). Tteokbokki. https://www-thespiceodyssey-com.translate.goog/eat/tteokbokki?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *