Revitalisasi Pedesaan Korea melalui Saemaul Undong sebagai Inspirasi Pembangunan Desa di Dunia

Picture source: Reddit

 

Gerakan Saemaul Undong adalah program pengembangan masyarakat yang digerakkan oleh masyarakat di Republik Korea pada tahun 1970-an. Gerakan ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan melalui produksi pertanian, pendapatan rumah tangga, kehidupan desa, pemberdayaan dan regenerasi komunitas, serta partisipasi perempuan. Pada musim dingin 1970, Pemerintah menerima laporan tentang kelebihan produksi semen dan merancang rencana darurat untuk mendistribusikan kelebihan tersebut kepada masyarakat pedesaan. Pemerintah pertama kali mendistribusikan 355 karung semen secara gratis kepada masing-masing dari 34.665 komunitas pedesaan dengan satu syarat: penggunaan untuk kesejahteraan seluruh komunitas. Rencana tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat dan mencapai hasil yang signifikan melebihi perkiraan Pemerintah. Biaya semen gratis tersebut sebesar W4,1 miliar, namun nilai moneter proyek yang dilaksanakan oleh komunitas pedesaan diperkirakan tiga kali lipat dari biaya tersebut, yaitu W12,2 miliar. Terinspirasi oleh kesuksesan dan mengadopsi pelajaran dari program pengembangan pedesaan sebelumnya, Presiden Park merumuskan program pengembangan pedesaan baru, yang diberi nama Saemaul Undong.

Saemaul Undong memiliki beberapa tujuan utama, antara lain memberantas kemiskinan pedesaan dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara kota dan desa, meningkatkan produktivitas pertanian dan infrastruktur pedesaan, mendorong semangat kemandirian dan kerjasama komunitas, serta memodernisasi gaya hidup dan kondisi kehidupan pedesaan. Strategi implementasi dari program ini di antaranya adalah sistem klasifikasi desa, dukungan pemerintah, pengembangan kepemimpinan, partisipasi wanita, pendekatan komprehensif, semangat kompetitif, pendidikan dan pelatihan, serta perluasan ke daerah perkotaan. Rapat Umum Desa (VGM) digunakan sebagai forum utama untuk pengambilan keputusan komunitas, yang memungkinkan masyarakat untuk secara kolektif mengidentifikasi kebutuhan lokal, merencanakan proyek, dan mengalokasikan sumber daya.

Secara ekonomi, gerakan ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang cepat selama puncaknya pada tahun 1972-1976, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata mencapai 10,2%. Pendapatan rumah tangga pedesaan meningkat secara signifikan, dan perkembangan infrastruktur pedesaan menciptakan modal likuid yang penting di daerah pedesaan. Gerakan ini diakui oleh PBB sebagai model pembangunan pedesaan yang sukses dan termasuk dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Korea Selatan mempromosikan prinsip-prinsip Saemaul melalui Jaringan Global Saemaul Undong, yang mencakup banyak negara yang menerapkan proyek-proyek yang diadaptasi dari prinsip Saemaul.

Pada tanggal 29 Agustus 2024, KOICA (Korea International Cooperation Agency) mengumumkan bahwa pihaknya telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri Korea dan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk untuk mengembangkan proyek ODA (Official Development Assistance). Melalui kerja sama ini, ketiga lembaga tersebut akan mengalokasikan 400 miliar won selama periode 2024 hingga 2033 untuk 12 negara di Asia dan Afrika. Pemilihan negara penerima akan mempertimbangkan potensi dan kelayakan implementasi Gerakan Pembangunan Desa Saemaul Undong di masing-masing wilayah. Dalam pelaksanaan proyek ini, Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk akan memberikan pelatihan bagi pegawai negeri dan komunitas desa, sementara KOICA akan mendukung pengembangan desa menuju kemandirian.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang berfokus pada pengembangan sektor pertanian, proyek ini akan memprioritaskan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan solidaritas sosial di tingkat desa. Korea juga akan menyertakan pelatihan berbasis teknologi digital untuk membantu komunitas merespons isu perubahan iklim secara lebih efektif. Secara keseluruhan, program ini menargetkan pelatihan untuk 300 pendidik profesional Gerakan Saemaul di tingkat global, serta staf administrasi publik, dengan harapan lebih dari 20.000 warga dapat menjadi pemimpin desa di masa depan.

Saemaul Undong merupakan model pembangunan pedesaan yang berfokus pada prinsip kerja keras, kemandirian, dan gotong royong untuk memberdayakan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan marjinal. Gerakan ini mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif dengan menyesuaikan strategi terhadap tantangan abad ke-21, seperti perubahan iklim dan ketimpangan sosial. Dengan menggabungkan pendekatan berbasis komunitas, penerapan teknologi tepat guna, serta dukungan dari berbagai mitra internasional, Saemaul Undong tidak hanya meningkatkan pendapatan dan kapasitas lokal, tetapi juga memperkuat partisipasi dan tanggung jawab warga dalam perencanaan pembangunan. Model ini diadopsi sebagai solusi global untuk mengatasi kemiskinan dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Oleh: Vania Gadis Ardianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *