Seberapa Besar Dominasi Korea Selatan dalam Ranah eSports dunia?

Picture source: Pinterest

Esports yang sering disebut juga dengan olahraga elektronik yang umumnya menggunakan metode kompetisi baik dengan perangkat lunak ataupun dengan sesama pengguna esports. Bagi negara Amerika Utara dan Eropa, Korea Selatan sering dijadikan sebagai bentuk contoh masa depan eSports Global bagi negara Amerika utara dan Eropa. Dalam ajang kompetisi nasional atau internasional, para atlet esports dari Korea Selatan dikenal dengan kemampuan mereka yang apik dalam game seperti StarCraft 2, DOTA 2, LOL, dan beberapa jenis game lainnya. Melalui esports, Korea Selatan berupaya menjadikan ini sebagai bagian dari diplomasi publik seperti halnya K-Pop dan Kimchi Diplomacy. Namun, Seberapa besar dominasi Korea Selatan dalam ranah eSports dunia?

Pada tahun 1990-an, teknologi mulai berkembang pesat dengan hadirnya internet, PC gaming, dan konsol rumah seperti PlayStation dan Nintendo. Game StarCraft menjadi fenomena di Korea Selatan, yang kemudian memicu perkembangan ekosistem esports yang sangat kuat di negara tersebut. Pada tahun 2000, Korea Selatan membentuk organisasi yang bernama KeSPA yang dibentuk pada tahun 2000 dengan dibantu oleh perusahaan-perusahaan di Korea Selatan sebagai naungan di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Melalui KeSPA para pemain esports diberikan fasilitas dan dukungan dari pemerintahnya sendiri, seperti contohnya Chung Ang University, dimana esports diikutsertakan sebagai bagian dari fakultas olahraga

Menurut Korea Creative Content Agency (KOCCA), pasar game Korea Selatan mencapai 18,9 triliun won (209,6 miliar dolar) dan berada di peringkat empat di seluruh dunia pada tahun 2020. Game mobile adalah jenis game terlaris, diikuti oleh game PC yang menghasilkan 57,4% dan 26% dari total penjualan pada tahun 2020. Sebuah survei pada tahun 2023 menemukan bahwa sekitar 53 persen orang Korea memainkan game seluler, jauh di atas semua platform game lainnya, termasuk game PC. Akses ke game seluler menjadi jauh lebih mudah karena tingkat kepemilikan ponsel pintar yang tinggi di Korea Selatan. Bagian terbesar dari pengeluaran game seluler dihabiskan untuk game role-playing online (MMORPG) masif, meskipun game puzzle adalah genre game seluler yang paling populer dalam hal preferensi.

Pada tahun 2021, pemerintah Korea Selatan mencabut undang-undang shutdown, yang bertujuan untuk mencegah kecanduan di kalangan anak muda dengan membatasi bermain video game dalam waktu yang lama. Untuk mengikuti perubahan gaya hidup dan pertumbuhan industri video game yang stabil, pemerintah memutuskan untuk terus mengawasi game yang merugikan kaum muda serta masyarakat, menawarkan program konseling kepada masyarakat, dan mempertahankan budaya bermain game yang fleksibel dan sehat di negara ini.    

Kehadiran Korea Selatan di Overwatch League menjadi bukti nyata dominasi mereka dalam dunia esports. Pada musim perdana tahun 2018, 45% dari total 130 pemain berasal dari Korea Selatan, dan angka ini meningkat menjadi 55% dari 198 pemain di musim kedua pada tahun 2019. Hampir semua tim memiliki pemain asal Korea, bahkan lima tim sepenuhnya terdiri dari pemain Korea. Tim seperti New York Excelsior dan London Spitfire, yang berisi pemain Korea sepenuhnya, tampil dominan dan meraih gelar juara. Prestasi ini menegaskan posisi Korea Selatan sebagai kekuatan utama dalam kompetisi global ini. 

Dominasi Korea Selatan dalam dunia esports juga semakin terlihat jelas melalui kehadiran mereka di  League of Legends World Championships. Tim asal Korea, T1, berhasil mengalahkan tim China, Bilibili Gaming (BLG), dengan skor tipis 3-2 dalam League of Legends World Championships 2024. Kemenangan ini menjadi gelar juara dunia kelima bagi T1, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim paling dominan dalam sejarah kompetitif League of Legends. Selain itu, bintang populer League of Legends di Korea Selatan, Faker, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (MVP) dalam pertandingan. Selain itu, Tim League of Legends T1 juga telah memenangkan rekor empat gelar League of Legends World Championships (2013, 2015, 2016, dan 2023), dua gelar Mid-Season Invitational (2016 dan 2017), dan sepuluh gelar juara League of Legends Champions Korea, yang juga merupakan rekor.

Dominasi Korea Selatan dalam esports adalah hasil dari kombinasi budaya, teknologi, dan kebijakan yang saling mendukung. Setelah Krisis Keuangan Asia, Korea Selatan fokus pada pengembangan infrastruktur internet, yang memungkinkan akses cepat dan melahirkan pusat gaming seperti PC bangs. Ini mendukung perkembangan esports yang berkembang pesat di kalangan masyarakat, menciptakan komunitas gaming yang besar. Pemerintah Korea Selatan juga memberikan dukungan kuat melalui pendirian Korea Esports Association (KeSPA) pada tahun 2000, pembangunan fasilitas pelatihan dan arena esports, serta integrasi program pelatihan esports di sekolah-sekolah. Kombinasi faktor ini menjadikan esports sebagai karir yang sah dan mendorong kesuksesan Korea Selatan di tingkat internasional.

 

Oleh: Alma Ash Shofi Marganing Suprianto

 

Bacaan lebih lanjut:

BBC News. (2024, November 3). League of Legends World Championship: T1 defeats BLG in thrilling final. https://www.bbc.com/news/live/c98eyzvpplvt

Esportsnesia. (2018, September 12). Mengamati Asosiasi Esports Korea, KeSPA. https://esportsnesia.com/fokus/mengamati-kespa-asosiasi-esports-korea/

Expert Market Research. (2024). South Korea video game market size, share, report 2025–2034. https://www.expertmarketresearch.com/reports/south-korea-video-game-market

Orbis Patches. (n.d.). How many Worlds has T1 won? Diakses pada 24 April 2025, dari https://orbispatches.com/gaming-faq/how-many-worlds-has-t1-won

Ramadhan, F. I. (2022). Diplomasi Korea Selatan melalui electronic sports (esports) pada tahun 2015–2020 (Skripsi, Universitas Islam Indonesia).

Rachmadana, T. D., & Utomo, A. B. (2024). Implementasi nation branding Korea Selatan melalui eSports tahun 2003–2014. Global & Policy, 12(1), 113–135.

Statista. (2023). South Korea: Share of gamer population. https://www.statista.com/statistics/1073781/south-korea-share-of-gamers/

Warta Ekonomi. (2024, November 29). Inilah sejarah turnamen esports pertama di dunia. https://wartaekonomi.co.id/read550924/inilah-sejarah-turnamen-esports-pertama-di-dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *