#Budaya

Review Film “Kill Boksoon” Kisah Seorang Ibu Tunggal Yang Memiliki Pekerjaan Sebagai Pembunuh Bayaran

Film Kill Booksoon merupakan film laga asal Korea Selatan tahun 2023 yang disutradarai dan ditulis oleh Byun Sung-Hyun, dan dibintangi oleh aktris Jeon Do-Yeon sebagai pemeran dari Gil Book-soon. Film ini menceritakan mengenai seorang ibu yang harus menjadi ibu saat dirumah dan menjadi pembunuh bayaran paling terkenal diluar.

Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah, apalagi harus menjadi single mother dan perlu menyeimbangkan pekerjaan dan tugas menjadi orang tua adalah hal yang sangat berat untuk dilakukan. Gil book-soon merupakan pembunuh bayaran kelas kakap yang sangat di hormati oleh rekan-rekan seprofesinya, bukan tanpa alasan, Gil Book-Soon sangat cekatan untuk membaca gerak gerik lawan dan sangat kompeten dalam melakukan tugasnya. Pada saat film dimulai, para penonton sudah di buat takjub dengan peran Gil book-soon yang sedang mempunyai tugas untuk membunuh ketua Yakuza, yaitu lembaga kriminal tertua yang terorganisir di Jepang. Tetapi, dibalik kebisaan Gil Book-Soon dalam melakukan pekerjaannya, Gil Book-Soon tetap saja masih perlu belajar dalam mengurus sang anak, yaitu Gil Jae-Young yang berusia 15 tahun yang diperankan oleh Kim Si-A, seperti kebanyakan remaja pada umumnya, Jae-Young hobi untuk membantah perintah ibunya, ditambah lagi Jae-Young selalu menggunakan kata-kata dan nada agresif yang selalu membuat Gil Book-Soon pusing. Gil Book-Soon selalu memikirkan cara untuk dekat dengan anaknya.

Di lain sisi, atasan Gil Book-Soon menawarkan proposal untuk perpanjangan kontrak. Saat berusaha untuk menyabotase kerjaannya sendiri karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah dibuat, hal tersebut justru menghadirkan banjir berdarah yang sangat menakutkan, rekan-rekan kerjanya berusaha untuk membunuhnya karena tawaran yang diberikan oleh seorang petinggi agensi pembunuh bayaran terkenal.

Hubungan Gil Book-Soon dan putrinya disini terasa semakin menarik, walaupun plot filmnya mudah ditebak, tetapi hubungan antara Gil Book-Soon dan Gil Jae-Young memberikan dimensi emosional yang kuat pada film ini. Tema yang ditampilkan merupakan menggali sifat -sifat yang diwariskan oleh orang tua, dan kilas balik masa kecil Book-Soon yang penuh trauma yang dikaitkan dengan kecenderungan kekerasan  putrinya dalam adegan-adegan masa kini.

Meskipun plotnya mudah ditebak dan merupakan film aksi-thriller yang sangat menyenangkan untuk ditonton, bagaimanapun film ini masih memiliki beberapa kekurangan, terutama pada durasi yang terasa agak panjang dan terlalu melebar.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *