Korea Selatan : Destinasi Wisata Muslim-Friendly

Picture source: Pinterest

Korea Selatan kini semakin menarik perhatian wisatawan Muslim dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, Malaysia, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Popularitas negara ini sebagai destinasi wisata tidak hanya terletak pada keindahan alam, kekayaan budaya, dan kemajuan teknologinya, tetapi juga pada kesungguhannya dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi wisatawan Muslim. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Korea Selatan melalui Korea Tourism Organization (KTO) telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, mulai dari penyediaan restoran bersertifikasi halal, ruang ibadah di tempat wisata populer, hingga panduan wisata halal dalam berbagai bahasa. Berbagai langkah ini menjadikan Korea Selatan tidak hanya sebagai pusat budaya pop dan teknologi, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang inklusif, menunjukkan komitmennya terhadap keberagaman dan toleransi antaragama. 

Menurut data dari Korea Tourism Organization (KTO), terdapat upaya untuk menarik setidaknya 1 juta wisatawan Muslim pada tahun 2016 sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar pariwisata yang lebih inklusif. Langkah ini diambil menyusul penurunan jumlah wisatawan asal Tiongkok akibat ketegangan diplomatik saat itu, yang mendorong Korea Selatan untuk membuka pasar baru yang potensial—termasuk negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Timur Tengah. Dengan meningkatnya angka wisatawan Muslim ini, para stakeholders pun mulai memikirkan kelengkapan fasilitas dan berbagai penunjang yang Muslim friendly melalui konsep pariwisata halal.

Konsep pariwisata halal dapat diterapkan dalam berbagai macam aspek kehidupan, seperti makanan dan minuman, tempat ibadah, obat-obatan, perekonomian, pekerjaan, hingga tempat wisata. Konsep pariwisata halal ini mengarah pada kegiatan pariwisata yang diperbolehkan menurut syarat kaidah Islam. Untuk meningkatkan kualitas pariwisata halal, Pemerintah Korea Selatan menyediakan fasilitas halal yang dapat memenuhi kebutuhan umat Muslim. Upaya dalam meningkatkan wisatawan Muslim di Korea Selatan dilakukan melalui pembangunan masjid, merancang pembangunan musholla, menyediakan ruang ibadah di tempat publik, mendirikan restoran halal, memberikan sertifikasi halal produk makanan, dan lain sebagainya. Selain ketersediaan restoran dan makanan halal sebagai kebutuhan pokok manusia, ketersediaan tempat beribadah juga merupakan hal penting bagi umat Muslim mengingat seorang Muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah sholat 5 waktu. Pemerintah Korea Selatan melalui KTO juga telah mengembangkan berbagai program untuk mendukung wisata ramah Muslim, termasuk peluncuran sistem klasifikasi restoran halal menjadi empat kategori: Halal Certified, Self Certified, Muslim Friendly, dan Pork-Free. Selain itu, KTO juga mendorong penyediaan ruang ibadah di berbagai destinasi wisata, hotel, dan bandara.​ 

Wisatawan Muslim kini dapat dengan mudah menemukan restoran halal di Korea Selatan. Sebagai contoh, restoran seperti Casablanca Seoul dan Morococo Café di Yongsan-gu, Seoul, telah dikategorikan sebagai Muslim Friendly oleh KTO. Selain itu, masjid seperti Masjid Pusat Seoul dan Masjid Jeonju Abu Bakr Al-Seddiq menyediakan fasilitas ibadah yang lengkap bagi umat Islam. ​Bahkan, wisatawan Muslim dapat dengan mudah mengakses serta mendapatkan informasi mengenai tempat ibadah, restoran, rute perjalanan, dan peta yang Muslim friendly melalui website visitkorea yang dikelola oleh KTO. Adapun untuk tujuan wisata,  Seoul tetap menjadi destinasi utama bagi wisatawan Muslim, dengan 93,1% responden dari negara-negara Islam mengunjungi atau berencana mengunjungi kota ini selama perjalanan mereka di Korea Selatan. Selain itu, kota-kota seperti Busan dan Pulau Jeju juga mulai menyediakan fasilitas ramah Muslim untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Dengan berbagai upaya nyata dalam menciptakan lingkungan wisata yang ramah Muslim, Korea Selatan berhasil membuktikan komitmennya dalam menyambut keberagaman budaya dan agama di tengah pertumbuhan industrinya. Peningkatan fasilitas halal, kemudahan akses tempat ibadah, serta penyediaan informasi yang transparan dan inklusif menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Korea Selatan sebagai destinasi wisata global yang bersahabat bagi umat Islam. Melalui inisiatif ini, Korea Selatan tidak hanya memperluas daya tarik wisatanya, tetapi juga memberikan contoh bagaimana sebuah negara dapat memadukan kemajuan ekonomi dengan nilai-nilai toleransi dan keterbukaan, demi menciptakan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi semua kalangan wisatawan.

 

Oleh: Zuhair Baheramsyah

 

Bacaan lebih lanjut:

Firstantin, Theresia Avila Rencidiptya Gitanati, and Ummul Hasanah. “Perkembangan Wisata Halal Di Korea Selatan (Studi Kasus Perspektif Masyarakat Indonesia Di Korea Selatan).” Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) 8 (2021): 259. https://doi.org/10.24843/jumpa.2021.v08.i01.p14.

Luthfiyyah, Salsa Faiz. “Analisis Fasilitas Wisata Halal Di Korea Selatan : Studi Kasus Seoul Central Mosque.” Journal of Halal Industry Studies 1, no. 2 (2022): 68–77. https://doi.org/10.53088/jhis.v1i2.564.

Narita Candra Sari, and Arie Kusuma. “Kebijakan Green Growth Dan Inisiatif Ramah Lingkungan: Kontribusi Korea Selatan Dalam Mengurangi Dampak Negatif Industrialisasi Terhadap Lingkungan.” Journal Of Social Science Research 3 (2023): 11341–55.

Scheme, Emission Trading. “Global Good Practice Analysis on LEDS, NAMAs and MRV Www.Mitigationpartnership.Net/Gpa Republic of Korea National Green Growth Strategy of South Korea,” 2020. www.mitigationpartnership.net/gpa.

South Korea: Muslim Tourists’ GMTI by Category 2016. Accessed April 22, 2025. https://www.statista.com/statistics/900247/south-korea-travel-environment-evaluation-for-Muslim-tourists-by-category/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *