FESTIVAL LOMBA MELAMUN DI KOREA

Picture source: Pinterest

 

Di dunia di mana produktivitas dan kecepatan sering dianggap sebagai indikator kesuksesan, sebuah fenomena unik muncul dari Korea kontes menatap kosong, yang juga dikenal sebagai Space-Out Contest, dan di Indonesia bisa dikatakan dengan lomba melamun. Ini adalah perlombaan duduk diamdan tidak melakukan apapun. Ide ini mungkin menjadi konyol atau bahkan sangat lucu di mata dunia, namun manfaat dari kontes ini sangatlah banyakseperti, aspek sosial, psikologis, dan budaya dari kehidupan modern, serta kebutuhan untuk menjadi tenang dan rileks, tanpa stres. 

Hal ini tidak hanya menjadi daya tarik lokal, namun juga mendapat perhatian dari media internasional dan menarik perhatian penduduk perkotaan di berbagai belahan dunia. Budaya kerja keras, sistem pendidikan yang kompetitif, dan keterampilan sosial yang tinggi membuat populasi masyarakat sangat rentan terhadap masalah kesehatan mental. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korea Selatan memiliki tingkat harga diri tertinggi di antara negara-negara. Dalam konteks ini, Space-Out Contest muncul sebagai bentuk kritik sosial yang ditujukan terhadap gaya hidup yang terus-menerus produktif.

Pada tahun 2014, ajang pertamakali dibawakan oleh seorang artis senior Korea bernama Woopsyang. Saya mengamati bahwa orang-orang, terutama di kota-kota besar seperti Seoul, selalu bepergian dan tidak pernah meluangkan waktu untuk bangun dan melamun. Para warga kemudian mengembangkan keterampilan ini sebagai ruang aman untuk menghindari melakukan apa pun, tanpa masalah. Tujuannya adalah untuk mengajarkan kepada orang-orang, bagaimana melakukan banyak tugas dan bagaimana menjalani gaya hidup modern.

Lomba Space-Out Contest biasanya diadakan di daerah perkotaan seperti Taman Yeouido di Seoul. Anda hanya bisa menatap kosong selama 90 menit sampai dua jam di lokasi yang telah ditentukan. Mereka tidak diperbolehkanuntuk menggunakan pena, membaca, menulis, bermeditasi, atau bahkan berlatih meditasi aktif. Mereka hanya duduk dan memastikan bahwa pikiran merekamenalir saja.

Penilaian dilakukan melalui sensor jantung dan tim juri yang ditempatkan di dekat peserta. Orang yang mampu mempertahankan detak jantung dan tingkat ketenangan yang paling stabil dianggap sebagai pemenang. Penonton juga diberi kesempatan untuk memilih kontestan favorit mereka. Meskipun sederhana, mempertahankan keadaan tanpa berpikir ini sulit dilakukan, bahkan di ruang publik sekalipun. Makna utama dari lomba ini adalah untuk memberikan kesan bahwa tidak melakukan apa-apa dan berbuat apa-apa bukanlah ide yang buruk.

Woopsyang menjelaskan bahwa ini adalah tindakan perlindungan terhadap stres yang berhubungan dengan pekerjaan. Dalam wawancaranya, ia menyatakan bahwa masyarakat umum tidak ingin kita berhenti saat ini. Pada intinya, manusia membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri dan tenang tanpa tekanan apapun. Menatap kosong dapat digunakan untuk menenangkan sistem saraf, menurunkan tingkat kortisol, dan memberikan sumber stimulasi langsung untuk otak. Penelitian menunjukkan bahwa pekerja manusia perlu menyadari informasi agar dapat melakukan yang terbaik.

Sekalipun tampak seperti lelucon, lomba ini memiliki sisi yang berbeda, ratusan orang tetap antusias mendaftar dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, karyawan, bahkan orang tua lanjut usia dalam penyelenggaraan tahun-tahun terakhir. Banyak dari kita percaya bahwa pengalaman Melamun selama dua Jam akan membuat kita tersenyum dan membuat kita lebih sadar akan pentingnya menghindari hal yang monoton dan memberikan tekanan. Media internasional dan Korea seperti CNN, BBC, dan The Guardian bahkan menggambarkan acara ini sebagai sebuah refleksi massal. Banyak orang yang menyatakan di media sosial bahwa acara ini adalah acara yang dibutuhkan dunia saat ini.

Oleh: Nuril Fajriyah

Bacaan lebih lanjut:

Cho, J.-W. (2025, May 12). Turn on, tune in, zone out: Hangang Space-Out Competition celebrates mindfulness in a frantic world. Korea JoongAng Daily.https://www.theguardian.com/world/2016/may/22/screen-addicted-south-koreans-compete-in-space-out-contest?utm_source.

Korea.net. (2023 Juni 21). Artist stresses need for stillness via Space-out Competition.https://www.korea.net/NewsFocus/HonoraryReporters/view?articleId=234298.

Tempo. (25 Februari 24). Top 3 Dunia, Angka Bunuh Diri di Korea Selatan Teringgi di Antara Negara Maju.https://www.tempo.co/internasional/top-3-dunia-angka-bunuh-diri-di-korea-selatan-teringgi-di-antara-negara-maju–83810.

Tom, W. (2024, November 21). The Sport of Spacing Out.https://www.insidehook.com/wellness/inside-space-out-competition?utm_source=chatgpt.com.

Xinhua. (2025, May 11). Space-Out competition held at Banpo Han River Park in Seoul. Xinhuanet news.https://thehyperhive.com/south-koreas-space-out-contest-rewards-you-for-doing-nothing/?utm_source.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *