#Budaya #Education #Security #Social #world

The Point Men Movie Review

sumber : google

Film the point man merupakan film yang didasari oleh kisah nyata. Film ini diambil dari kisah penyelamatan sandera warga korea selatan oleh kelompok Taliban di Afghanistan pada 2007.

Kisah bermula saat 23 warga korea selatan berkunjung ke Afghanistan untuk melakukan kegiatan keagaaman. Dalam film ini 23 warga korea selatan dicegat oleh pasukan Taliban, bus yang ditumpangi warga korea selatan dibakar dan para warga korea selatan dipindahkan ke kendaraan lain dengan posisi ditahan dan dibawa ke tempat yang lain. Mendengar hal ini tentunya pemerintahan korea selatan tidak tinggal diam saja.

Pemerintahan korea selatan langsung menugaskan diplomatnya Jung-Jae-ho untuk menjadi negosiator ke pemerintah Afghanistan untuk menyelamatkan 23 warga korea selatan yang di sandera. Alasan yang paling jelas atas di sandera nya warga korea selatan oleh Taliban karena diawali oleh peristiwa WTC AS pada 11 september 2001 saat itu seuluruh dunia sedang berupaya memerangi teroris, terutama Amerika serikat dalam memerangi teroris Amerika dibantu oleh banyak Negara termasuk korea selatan, maka hal tersebut membuat kelompok teliban menyandera para warga korea selatan yang ada di Afghanistan. Dalam penyelamatan tersebut diketahui bahwa sang diplomat Korea Selatan yang merupakan negosiator menemui perwakilan Afghanistan untuk bernegosiasi melepaskan para warga korea selatan, negosiasi tersebut diterima dan pemerintah Afghanistan berupaya untuk melakukan tuntutan kepada Taliban agar para sandera dilepaskan.

Apabila dilihat dari kacamata Hubungan Internasional kita bisa mengetahui bahwa terdapat upaya yang baik dari kedua Negara dari hubungan bilateral nya, dan masih melakukan negosiasi sebagai bentuk kerjasama penyelamatan sandera. Namun diceritakan bahwa pada film ini upaya negosiasi yang dilakukan pada awalnya gagal, namun masih terdapat negosiasi lain yang ditempuh oleh diplomat Korea selatan. Negosiasi yang dilakukan saat itu dengan dewan pemimpin suku di Afghanistan yang sangat disegani oleh para Taliban. Negosiasi pun berjalan lancar atas desakan pemimpin suku Afghanistan maka para Taliban akhirnya memenuhi desakan tersebut dan berjanji untuk melakukan pembebasan para sandera. Namun pada saat itu sebuah stasiun TV korea menampilkan tayangan live yang menghadirkan keluarga para sandera, dimana para keluarga sandera menjelaskan bahwa para warga korea selatan yang ditahan mempunyai niat baik dalam menyebarkan agama (Missionaries Kristen).

Sebelumnya diketahui bahwa pimpinan suku dibohongi oleh diplomat korea selatan bahwa para sandera merupakan sukarelawan, hal tersebut diketahui oleh sang pimpinan suku karena ditayangkan dengan sub title bahasa lokal. Merespon hal tersebut pimpinan suku merasa kecewa dan dibohongi, akibatnya rencana pembebasan sandera tidak dilanjutkan oleh pemimpin suku Afghanistan yang membuat Taliban membunuh salah satu sandera yang merupakan pimpinan missionaries. Mendengar kabar tersebut pemerintah korea selatan pun berfikir dengan cara apalagi membebaskan para sandera.

Sejauh ini sudah terdapat 1 korban lagi yang dibunuh oleh Taliban yang akhirnya membuat pemerintah korea selatan memutuskan melakukan genjatan senjata ke pihak Taliban. Perlu kita ketahui bahwa Negara selalu mengupayakan yang terbaik bagi masyarakatnya sendiri, segala cara pun ditempuh untuk masyarakatnya sendiri, dapat dilihat bahwa korea selatan berupaya menggunakan hard power dalam pembebasan sandera, hal ini dapat dilakukan apabila sudah tidak ada cara lain selain bernegosiasi. Diakhir cerita akhirnya Taliban menginginkan kesepakatan menukar para sandera dengan 20 juta dollar Amerika. Para sandera pun dibebaskan dengan selamat walupun terdapat berapa korban saat proses penyelamatan para warga korea selatan. Melalui film ini kita bisa banyak mengetahui bahwa diplomat harus bisa lihai dalam bernegosiasi serta menyelesaikan konflik yang ada tanpa melibatkan kekerasan, namun apabila eadaan tidak memungkinkan maka para diplomat harus tetap bisa mengupayakan apapun untuk warga negaranya.

 

The Point Men Movie Review

Review The Point Men Movie

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *