#Activities #Economy #Social

Review Drama Korea Reply 1988

Drama korea ini menceritakan nostalgia keluarga,persahabatan, dan percintaan dari sorot salah satu pemainnya yakni Sung Deok Sun. Segala kejadian mereka lewati dengan perasaan senang dan sedih dan patut kita tiru di kehidupan nyata. Drama ini menjadi drama korea terbaik sepanjang masa dan memenangkan beberapa nominasi award karna pendalaman peran yang sangat bagus dan realetable di kehidupan kita sehari-hari.

Pada beberapa episode awal kita suguhkan dengan keluarga Sung Deok-Sun, menceritakan keluarga yang hidup dalam ekonomi yang pas-pas an walaupun ayahnya bekerja di salah satu bank yang bernama Bank Hanil tetapi keluarga mereka memiliki hutang yang amat rumit dari teman ayah mereka, sehingga mereka harus membayar hutang ersebut yang tidak sedikit jumlahnya. Mereka tinggal di rumah bawah tanah dari tetangga mereka, hidup dengan lima anggota keluarga yakni ayah, ibu, kakak pertama bernama Sung Bo-Ra dengan sifatnya yang galak dan egois, Sung Deok-Sun yang selalu mengalah untuk kakak dan adiknya lalu yang terakhir adik mereka yakni Sung No-Eul yang dimanja. Dari keluarga ini kita bisa rasakan kekeluargaan yang memiliki sifat beragam tetapi mereka tetap saling menyayangi, begitulah sejatinya keluarga seberat apapun masalah yang mereka hadapi mereka harus tetap saling menyayangi baik itu terlihat mau pun tidak terlihat. Hal yang paling memorable dikeluarga ini adalah ketika sang ayah yang meminta maaf kepada Deok-Sun karena telah menggabungkan perayaan ulang tahunnya dengan kakaknya yakni Bo-Ra, padahal beberapa hari sebelumnya Deok-Sun sudah memberitahu sekeluarga agar tidak mengabung ulang tahun mereka. Sang ayah meminta maaf dengan berkata ‘bahwa ini pertama kalinya ia menjadi ayah dan maaf bila masih banyak kesalahan yang ia perbuat’ membuat kita diam dan berfikir sejenak bahwa menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah ditambah dengan cobaan keluarga mereka yang harus hidup seadanya karena hutang yang belum lunas. Ditambah sikap ayahnya yang dermawan walaupun sesusah apapun kehidupan mereka sang ayah tetap dermawan dengan membantu membeli dagangan dari orang-orang yang hidup di jalanan.

Lalu keluarga kedua adalah tetangga mereka yakni keluarga dari Kim Jung-Hwan yang hidup dengan kemewahan dan serba ada dengan beranggotakan ayah yang selalu memberi lelucon, ibunya yang galak dan bersikap dingin, kakak laki-laki Kim Jung-Bon yang sudah gagal masuk universitas selama 6 tahun dan yang terakhir adalah Kim Jung-Hwan dengan sikap dingin dan tertutup. Keluarga ini menceritakan tentang bahwa kemewahan apapun tidak bisa membeli kehangatan dikeluarga mereka, ayah mereka yang perhatian dan sering memberi lelucon kerap terabaikan oleh sikap mereka yang dingin dan acuh hingga saat dimana ayah mereka tidak lagi memberi lelucon dan tak lagi perhatian seperti biasanya. Lalu mereka kebingungan dan bertanya-tanya apa yang terjadi dan Jung-Hwan pun mendapat saran dari temannya agar lebih perhatian dan tidak acuh kepada lelucon ayahnya dan saat dimana ayahnya memberi lelucon kepada orang dibalik pintu yang ia kira adalah Deok-Sun tetangga bawah tanahnya ternyata itu adalah Jung-Hwan anaknya sendiri, disaat itu senyum ayahnya kembali dan pesan yang bisa kita ambil dari hal ini adalah bersikaplah baik dan respect terhadap keluarga kalian terutama ayah, karna hal yang ia ingin hanya senyum hangat keluaga. Lalu saat sang ibu pertama kali bepergian, ia sangat khawatir dengan keadaan rumah tanpa dirinya yang mana semua hal di rumah ia yang mengurus dan dengan terpaksa harus meninggalkan rumah, para lelaki di rumah pun melakukan aktifitas yang diluar nalar dan berantakan tetapi saat ibu kembali rumah kembali rapi dan ayah mereka tanpa sengaja berkata ‘tanpa sanga ibu di rumah, mereka bisa mengurus kehidupan mereka masing-masing’ ibu mereka sakit hati dan diam seketika dengan wajah sedih. Jung-Hwan kembali mendapat saran agar melakukan segala hal di rumah dengan ceroboh sehinggah sang ibu menganggap bahwa keluarga mereka tidak bisa hidup tanpa ibunya, dan benar saja saat Jung Hwan melakukan hal ceroboh di rumah dan memanggil ibunya dengan lantang senyum sang ibu kembali merekah.

Berikutnya keluarga yang sangat hangat satu sama lain walaupun sudah tidak lagi lengkap karna ayahnya telah tiada sehingga ibunya mengidupi keluarga sendirian tetapi anak pertama yakni Sung Sun-Woo sangatlah berbakti dan berprestasi membuat sang ibu menjadi semangat menghidupi Sun-Woo dan adiknya Jinju, permasalah ekonomi dan perebutan rumah peninggalan ayah mereka yang dijadikan jaminan bank oleh nenek mereka membuat ibunya sangat tertekan tetapi walaupun dengan keadaan tersebut mereka tetap tegar dan saling menyayangi. Masakan ibu Sun-Woo terkenal kurang mengenakan lidah karena rasanya yang terlalu asin dan hambar tetapi Sun-Woo tetap memakan dan berkata sangat enak, hal kecil seperti inilah yang begitu menyenakan hati ibu Sun-Woo. Pesan untuk kita sebagai manusia adalah bahwa rasa masakan itu tidak menyakiti hati siapapun tetapi kata-kata yang buruklah yang menyakiti.

Begitu pula dengan keluarga Choi Taek bedanya Ibunyalah yang telah tiada sejak ia masih kecil, hidup berdua dengan ayahnya dan Choi Taek merupakan atlet baduk yang terkenal dan sudah memenangkan banyak penghargaan sehingga hidup dengan berkecukupan hanya saja hidup tanpa ibu dan keadaan tidak bersekolah karena tuntutan atlet membuat Choi Taek tidak membuatnya merasa iri dan tetap menjadi anak patuh tanpa banyak menuntut dengan ayahnya.

Yang terakhir adalah keluarga Ryu Dong-Ryong yang hidup dengan kedua orang tua karir ayahnya merupakan guru di sekolahnya dan ibunya pekerja di asuransi membuat Dong-Ryong sering kali tidak mendapat perhatian yang cukup bahkan untuk bekal sekolah seringkali ia hanya membawa mie instan, dihari ulang tahunya ia hanya ingin sup rumput laut buatan ibunya tetapi lagi-lagi sang ibu harus bekerja, dengan terpaksa Dong-Ryong melarikan diri agar orang tuanya khawatir tetapi saat ia kembali respon kedua orang tuanya hanya biasa saja. Walaupun hidup tanpa kasih sayang yang cukup Dong-Ryong memiliki tas dan sepatu yang mewah dan segala kebutuhanya tercukupi dengan baik.

Dari beberapa kisah keluarga yang banyak relate di kehidupan, hendaknya kita selalu bersyukur dengan apapun keadaan keluarga kita,dukungan dan kasih sayang adalah kekuatan dalam keluarga. Selain drama keluarga di dalam drama Reply 1988 ini juga menceritakan percintaan segitiga yang rumit antara Deok-Sun,Choi Taek dan Jung-Hwan lalu juga ada kisah cinta yang berakhir pernikahan antara Bo-Ra dan Sun-Woo lalu ada kisah persahabatan mereka yang abadi penuh canda tawa dan tak lupa kerukunan tetangga yakni keakraban orang tua mereka yang saling membantu kala kesulitan dan saling memberi dukungan. Terkadang kita membayangkan bahagianya bernostalgia masa lalu dan drama ini memvisualisasikan rasa rindu mendalam terhadap masa-masa yang hanya bisa dikenang itu.

Review Drama Korea Reply 1988

Review Film “Kim Ji-Young: Born 1982” Dilema

The Cause of The Low Birth Rate

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *